News

28 October 2019

Platform Jaloor.com, Dorong UKM Dongkrak Pasat Ekspor

Pemerintah Indonesia terus berupaya untuk mendongkrak ekspor non migas melalui Kementerian Perdagangan. Tahun ini diprediksi ekspor non migas mencapai US$ 175,8 miliar atau tumbuh sekitar 8% dibandingkan tahun sebelumnya US$ 162,65 miliar. Untuk mencapai target tersebut ada 6 sektor yang diandalkan seperti mebel dan produk kayu, makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, elektronik, dan kimia dasar. 

 

 

Untuk mendongkrak nilai ekspor, pemerintah mendorong peran serta usaha kecil dan menengah (UKM) untuk berperan dikancah ekspor.  Mengingat ekspor produk UKM ke luar negeri jelas menjadi pendongkrak pertumbuhan ekonomi karena akan berkontribusi bagi devisa negara. Hanya saja banyak pengusaha UKM saat ini yang merasa kesulitan dalam melakukan ekspor.

 

 

Kesulitan yang dihadapi oleh para pelaku UKM tersebut seperti dituturkan Faizal Al Edrus, Founder Jaloor.com, adalah proses pengiriman produk harus mengikuti serangkaian prosedur mulai bea pajak, pengurusan dokumen dari dalam ke luar negeri hingga proses di negara tujuan.

 

 

Faizal menambahkan kesulitan pelaku UKM dalam melakukan ekspor, selama ini pengusaha mendefinisikan ekspor itu sendri volumenya harus berkontainer-kontainer, harus dalam jumlah besar. Belum lagi harus mengetahui berbagai istilah dalam ekspor-impor.

 

 

Menurut Faizal, proses ekspor yang ditangani Jaloor.com, mulai dari melakukan konsolidasi barang dari pengusaha sampai gudang di dalam negeri. Kemudian melakukan pencatatan dan pengurusan dokumen hingga barang tersebut siap diekspor secara legal.

 

 

Setelah dikirim ke negara tujuan di mana saat ini ada dua negara Hong Kong dan Singapura yang menjadi jaringan Jaloor.com, produk akan melalui serangkaian proses hingga sampai ke gudang di negara tersebut. “Barang dikirim sampai gudang kita di luar negeri, semua prosesnya Jaloor.com yang urus, bahkan pemasarannya juga kami yang bantu hingga pengiriman ke pembeli di negara tujuan,” kata Faizal.

 

 

Faizal juga mencontohkan, produk kerajinan UKM yang diminati di luar negeri seperti kerajinan eceng gondok dengan desain baru yang diberi merek sendiri, kemudian dikemas dengan cerita menarik dalam mempromosikannya. Selain itu, produk kerajinan atau handicraft, dan produk fashion dengan brand lokal.

 

 

Faizal menyarankan, para pelaku UKM di Indonesia, jangan bersaing dengan barang Tiongkok karena cukup sulit. Jadi carilah angle lain yang unik yang punya nilai jual tinggi supaya teman-teman UKM bisa lebih maju.  “Mimpi kani memudahkan pelaku UKM atau brand-brand lokal Indonesia untuk mampu ekspor ke luar negeri tanpa masalah, tanpa ribet,” kata Faizal.

Sumber : Swa https://swa.co.id/swa/trends/platform-jaloor-com-dorong-ukm-dongkrak-pasat-ekspor