Risiko delay dan handling dalam Multimodal Transportation sering terjadi karena barang harus melewati beberapa moda, titik transit, dan proses serah terima sebelum sampai ke tujuan. Semakin banyak perpindahan yang terjadi, semakin besar potensi keterlambatan, kerusakan barang, salah rute, hingga kendala dokumen yang dapat mengganggu operasional bisnis.
Multimodal Transportation memang dapat membantu pengiriman menjadi lebih fleksibel, tetapi tanpa kontrol yang tepat, prosesnya bisa menimbulkan biaya tambahan dan gangguan pada rantai pasok.
Dari kata multimodal, yaitu melibatkan berbagai jenis mode transportasi dalam satu rangkaian pengiriman, seperti trucking, kapal laut, dan lainnya, tentu dibutuhkan koordinasi yang tepat dan dinamis untuk memaksimalkan efisiensi waktu.
Namun, delay dapat terjadi apabila salah satu proses dalam rantai pengiriman mengalami kendala sehingga mempengaruhi jadwal moda pengiriman selanjutnya. Misalnya, barang sudah tiba di pelabuhan, tetapi jadwal trucking belum tersedia. Atau barang sudah siap dikirim dari gudang supplier, tetapi dokumen kepabeanan belum lengkap.
Berikut penyebab delay yang paling umum:
Risiko selanjutnya saat menjalani multimodal adalah masalah handling yang sering kali lebih sulit terdeteksi. Banyak bisnis fokus pada estimasi waktu tiba, namun mengabaikan bagaimana barang dipindahkan, disusun, disimpan, dan diserahterimakan selama perjalanan.
Dalam Multimodal Transportation, kargo mengalami beberapa kali perpindahan. Dari gudang supplier ke truk, dari truk ke gudang konsolidasi, dari gudang ke kontainer, lalu dari kontainer ke moda berikutnya. Setiap titik ini memiliki risiko handling yang berbeda.
Risiko handling yang sering terjadi antara lain:
Delay dan handling yang buruk tidak hanya berdampak pada proses logistik, tetapi juga pada performa bisnis secara keseluruhan. Untuk bisnis online, keterlambatan barang dapat menyebabkan komplain pelanggan, pembatalan pesanan, atau penurunan rating toko.
Untuk importir dan perusahaan manufaktur, dampaknya bisa lebih besar. Barang yang terlambat dapat mengganggu jadwal produksi, distribusi, hingga ketersediaan stok. Jika barang yang diterima rusak, bisnis juga perlu mengurus klaim, penggantian, inspeksi ulang, atau pengiriman ulang.
Secara operasional, risiko delay dan handling dalam Multimodal Transportation dapat menyebabkan:
Bagi bisnis yang bergantung pada pengiriman rutin, risiko kecil yang terjadi berulang bisa menjadi beban besar dalam jangka panjang.
Setiap pengiriman multimodal memiliki titik kritis yang perlu diawasi. Risiko biasanya muncul bukan hanya saat barang bergerak, tetapi juga saat barang berpindah tangan dari satu pihak ke pihak lain.
Risiko dapat muncul sejak barang diambil dari gudang supplier, pabrik, toko, atau lokasi penjual. Packing yang belum siap, data barang yang tidak sesuai, atau jadwal pickup yang berubah dapat memengaruhi proses berikutnya.
Gudang transit adalah titik penting karena barang sering dikumpulkan, dipilah, ditimbang ulang, atau disusun kembali. Tanpa pencatatan yang rapi, risiko salah rute, selisih koli, atau kerusakan barang dapat meningkat.
Bongkar muat merupakan salah satu fase paling rentan dalam multimodal logistics. Barang yang tidak diberi instruksi handling yang jelas, seperti fragile, keep dry, do not stack, atau this side up, lebih mudah mengalami kesalahan perlakuan.
Untuk pengiriman internasional, dokumen yang tidak sinkron dengan fisik barang dapat memperlambat proses clearance. Perbedaan jumlah koli, deskripsi barang, HS code, atau nilai invoice dapat memicu pemeriksaan tambahan.
Tahap akhir sering dianggap sederhana, padahal sangat menentukan pengalaman penerima. Alamat yang tidak jelas, jadwal penerimaan tidak sesuai, atau kapasitas armada terbatas dapat menyebabkan keterlambatan di titik terakhir.
Menghindari delay membutuhkan perencanaan yang realistis dan koordinasi yang konsisten. Tujuannya bukan hanya membuat barang bergerak cepat, tetapi memastikan setiap proses berjalan sesuai kondisi lapangan.
Beberapa strategi yang dapat diterapkan adalah:
Risiko handling dapat dikurangi dengan packing yang tepat, instruksi yang jelas, dan proses serah terima yang rapi. Semakin kompleks rute pengiriman, semakin penting pula standar handling yang digunakan.
Langkah praktis yang dapat dilakukan antara lain:
Dalam konteks pengiriman domestik maupun internasional, UNIAIR CARGO dapat menjadi partner yang relevan bagi bisnis yang membutuhkan proses logistik lebih terarah, terutama untuk pengiriman yang melibatkan beberapa moda, titik transit, dan kebutuhan handling yang lebih detail.
Risiko delay dan handling dalam Multimodal Transportation sering terjadi karena banyaknya titik perpindahan, banyak pihak yang terlibat, serta tingginya kebutuhan koordinasi. Jika tidak dikelola dengan baik, risiko ini dapat berdampak pada biaya, stok, kepuasan pelanggan, dan kelancaran operasional bisnis.
Cara terbaik untuk menguranginya adalah dengan menyusun rute secara realistis, menyiapkan dokumen dengan akurat, menggunakan packing yang sesuai, memperjelas instruksi handling, dan melakukan monitoring secara konsisten.
Untuk bisnis yang ingin mengelola pengiriman lintas moda dengan lebih aman dan terukur, bekerja sama dengan UNIAIR CARGO dapat membantu proses logistik berjalan lebih siap sejak tahap perencanaan hingga barang sampai ke tujuan.
Contact the Uniair Cargo team
today for a FREE consultation and export cost estimate!
Also, follow us on Instagram at @uniaircargo
for logistics tips, up-to-date information, and export inspiration!