Risiko Handling dalam Multimodal yang Jarang Disadari


July 10, 2026


Risiko delay dan handling dalam Multimodal Transportation sering terjadi karena barang harus melewati beberapa moda, titik transit, dan proses serah terima sebelum sampai ke tujuan. Semakin banyak perpindahan yang terjadi, semakin besar potensi keterlambatan, kerusakan barang, salah rute, hingga kendala dokumen yang dapat mengganggu operasional bisnis.

Multimodal Transportation memang dapat membantu pengiriman menjadi lebih fleksibel, tetapi tanpa kontrol yang tepat, prosesnya bisa menimbulkan biaya tambahan dan gangguan pada rantai pasok.

Penyebab Umum Terjadinya Delay dalam Multimodal Transportation

Dari kata multimodal, yaitu melibatkan berbagai jenis mode transportasi dalam satu rangkaian pengiriman, seperti trucking, kapal laut, dan lainnya, tentu dibutuhkan koordinasi yang tepat dan dinamis untuk memaksimalkan efisiensi waktu. 

Namun, delay dapat terjadi apabila salah satu proses dalam rantai pengiriman mengalami kendala sehingga mempengaruhi jadwal moda pengiriman selanjutnya. Misalnya, barang sudah tiba di pelabuhan, tetapi jadwal trucking belum tersedia. Atau barang sudah siap dikirim dari gudang supplier, tetapi dokumen kepabeanan belum lengkap.

Berikut penyebab delay yang paling umum:

  • Jadwal antar moda tidak sinkron
    Keterlambatan pada satu moda dapat membuat barang tertinggal dari jadwal moda berikutnya. Dalam pengiriman multimodal, efek ini bisa berantai.
  • Dokumen pengiriman tidak lengkap atau tidak akurat
    Invoice, packing list, bill of lading, airway bill, HS code, dan dokumen kepabeanan harus sesuai dengan data barang. Perbedaan informasi dapat membuat proses clearance tertahan.
  • Kepadatan di pelabuhan, bandara, atau gudang transit
    Volume pengiriman yang tinggi dapat memperlambat proses bongkar muat, antrean pemeriksaan, dan pemindahan barang.
  • Kondisi cuaca dan gangguan operasional
    Cuaca buruk, perubahan jadwal kapal atau penerbangan, keterbatasan armada, hingga penutupan jalur dapat memengaruhi estimasi waktu pengiriman.
  • Koordinasi antar pihak kurang jelas
    Dalam multimodal logistics, ada banyak pihak yang terlibat, mulai dari shipper, freight forwarder, carrier, warehouse, trucking, hingga pihak kepabeanan. Jika informasi tidak tersampaikan dengan rapi, risiko delay meningkat.

Risiko Handling yang Sering Terjadi pada Pengiriman Multimodal

Risiko selanjutnya saat menjalani multimodal adalah masalah handling yang sering kali lebih sulit terdeteksi. Banyak bisnis fokus pada estimasi waktu tiba, namun mengabaikan bagaimana barang dipindahkan, disusun, disimpan, dan diserahterimakan selama perjalanan.

Dalam Multimodal Transportation, kargo mengalami beberapa kali perpindahan. Dari gudang supplier ke truk, dari truk ke gudang konsolidasi, dari gudang ke kontainer, lalu dari kontainer ke moda berikutnya. Setiap titik ini memiliki risiko handling yang berbeda.

Risiko handling yang sering terjadi antara lain:

  • Kerusakan akibat bongkar muat
    Barang dapat terbentur, jatuh, tertekan, atau tergesek saat proses loading dan unloading. Risiko ini lebih tinggi untuk barang fragile, mesin, elektronik, furnitur, produk cair, atau barang bernilai tinggi.
  • Packing tidak sesuai karakter barang
    Packing yang aman untuk pengiriman lokal belum tentu cukup untuk pengiriman multimodal. Barang yang melewati banyak titik transit membutuhkan perlindungan lebih kuat.
  • Barang tertukar atau salah rute
    Kesalahan label, marking yang kurang jelas, atau data koli yang tidak konsisten dapat membuat barang masuk ke jalur distribusi yang salah.
  • Paparan suhu, kelembapan, atau lingkungan
    Beberapa jenis barang sensitif terhadap panas, lembap, debu, atau perubahan suhu. Jika penyimpanan dan handling tidak sesuai, kualitas barang bisa menurun.
  • Selisih jumlah koli
    Risiko kehilangan sebagian barang dapat terjadi jika proses serah terima tidak terdokumentasi dengan baik, terutama pada pengiriman dengan banyak paket kecil atau barang konsolidasi.

Dampak Delay dan Handling terhadap Bisnis

Delay dan handling yang buruk tidak hanya berdampak pada proses logistik, tetapi juga pada performa bisnis secara keseluruhan. Untuk bisnis online, keterlambatan barang dapat menyebabkan komplain pelanggan, pembatalan pesanan, atau penurunan rating toko.

Untuk importir dan perusahaan manufaktur, dampaknya bisa lebih besar. Barang yang terlambat dapat mengganggu jadwal produksi, distribusi, hingga ketersediaan stok. Jika barang yang diterima rusak, bisnis juga perlu mengurus klaim, penggantian, inspeksi ulang, atau pengiriman ulang.

Secara operasional, risiko delay dan handling dalam Multimodal Transportation dapat menyebabkan:

  1. Biaya tambahan meningkat, seperti storage, demurrage, detention, rework, atau biaya pengiriman ulang.
  2. Perencanaan stok terganggu karena barang tidak tiba sesuai estimasi.
  3. Cash flow tertahan karena barang belum bisa dijual, diproses, atau digunakan.
  4. Produktivitas tim menurun karena harus mengurus follow-up, komplain, dan koordinasi tambahan.
  5. Kepercayaan pelanggan menurun jika masalah terjadi berulang.

Bagi bisnis yang bergantung pada pengiriman rutin, risiko kecil yang terjadi berulang bisa menjadi beban besar dalam jangka panjang.

Titik Kritis dalam Multimodal Transportation yang Rentan Risiko

Setiap pengiriman multimodal memiliki titik kritis yang perlu diawasi. Risiko biasanya muncul bukan hanya saat barang bergerak, tetapi juga saat barang berpindah tangan dari satu pihak ke pihak lain.

1. Proses Pickup dari Lokasi Awal

Risiko dapat muncul sejak barang diambil dari gudang supplier, pabrik, toko, atau lokasi penjual. Packing yang belum siap, data barang yang tidak sesuai, atau jadwal pickup yang berubah dapat memengaruhi proses berikutnya.

2. Gudang Konsolidasi atau Transit

Gudang transit adalah titik penting karena barang sering dikumpulkan, dipilah, ditimbang ulang, atau disusun kembali. Tanpa pencatatan yang rapi, risiko salah rute, selisih koli, atau kerusakan barang dapat meningkat.

3. Proses Loading dan Unloading

Bongkar muat merupakan salah satu fase paling rentan dalam multimodal logistics. Barang yang tidak diberi instruksi handling yang jelas, seperti fragile, keep dry, do not stack, atau this side up, lebih mudah mengalami kesalahan perlakuan.

4. Pemeriksaan Dokumen dan Kepabeanan

Untuk pengiriman internasional, dokumen yang tidak sinkron dengan fisik barang dapat memperlambat proses clearance. Perbedaan jumlah koli, deskripsi barang, HS code, atau nilai invoice dapat memicu pemeriksaan tambahan.

5. Last Mile Delivery

Tahap akhir sering dianggap sederhana, padahal sangat menentukan pengalaman penerima. Alamat yang tidak jelas, jadwal penerimaan tidak sesuai, atau kapasitas armada terbatas dapat menyebabkan keterlambatan di titik terakhir.

Strategi Menghindari Delay dalam Multimodal Transportation

Menghindari delay membutuhkan perencanaan yang realistis dan koordinasi yang konsisten. Tujuannya bukan hanya membuat barang bergerak cepat, tetapi memastikan setiap proses berjalan sesuai kondisi lapangan.

Beberapa strategi yang dapat diterapkan adalah:

  • Susun rute berdasarkan karakter barang dan urgensi
    Jangan hanya memilih rute tercepat. Pertimbangkan risiko transit, kapasitas moda, kebutuhan handling, dan estimasi waktu di setiap titik perpindahan.
  • Siapkan dokumen sebelum barang bergerak
    Pastikan data barang, jumlah koli, berat, dimensi, nilai barang, dan informasi penerima sudah sesuai sejak awal.
  • Gunakan buffer waktu yang wajar
    Untuk pengiriman penting, hindari jadwal yang terlalu mepet. Tambahkan waktu cadangan untuk transit, pemeriksaan, dan perubahan jadwal moda.
  • Pastikan komunikasi antar pihak terdokumentasi
    Instruksi pickup, jadwal keberangkatan, kontak penerima, dan detail barang harus mudah diakses oleh semua pihak yang terlibat.
  • Lakukan monitoring secara berkala
    Tracking membantu bisnis mendeteksi kendala lebih cepat sebelum berdampak lebih besar pada operasional.

Cara Mengurangi Risiko Handling pada Barang

Risiko handling dapat dikurangi dengan packing yang tepat, instruksi yang jelas, dan proses serah terima yang rapi. Semakin kompleks rute pengiriman, semakin penting pula standar handling yang digunakan.

Langkah praktis yang dapat dilakukan antara lain:

  • Gunakan packing sesuai jenis barang
    Barang fragile dapat menggunakan bubble wrap, foam, wooden crate, pallet, atau pelindung tambahan. Barang berat perlu penguatan agar tidak merusak kemasan lain.
  • Buat marking dan label handling yang jelas
    Label seperti fragile, keep dry, do not stack, dan this side up membantu petugas memahami cara memperlakukan barang.
  • Pastikan data koli konsisten
    Jumlah koli, berat, dimensi, dan marking harus sama antara dokumen dan kondisi fisik barang.
  • Dokumentasikan kondisi barang sebelum dikirim
    Foto barang dan kemasan sebelum pengiriman dapat membantu proses verifikasi jika terjadi kendala.
  • Gunakan partner logistik yang memahami pengiriman multimodal
    Partner yang berpengalaman dapat membantu mengantisipasi risiko sejak tahap perencanaan, bukan hanya menangani masalah setelah terjadi.

Dalam konteks pengiriman domestik maupun internasional, UNIAIR CARGO dapat menjadi partner yang relevan bagi bisnis yang membutuhkan proses logistik lebih terarah, terutama untuk pengiriman yang melibatkan beberapa moda, titik transit, dan kebutuhan handling yang lebih detail.

Kesimpulan

Risiko delay dan handling dalam Multimodal Transportation sering terjadi karena banyaknya titik perpindahan, banyak pihak yang terlibat, serta tingginya kebutuhan koordinasi. Jika tidak dikelola dengan baik, risiko ini dapat berdampak pada biaya, stok, kepuasan pelanggan, dan kelancaran operasional bisnis.

Cara terbaik untuk menguranginya adalah dengan menyusun rute secara realistis, menyiapkan dokumen dengan akurat, menggunakan packing yang sesuai, memperjelas instruksi handling, dan melakukan monitoring secara konsisten.

Untuk bisnis yang ingin mengelola pengiriman lintas moda dengan lebih aman dan terukur, bekerja sama dengan UNIAIR CARGO dapat membantu proses logistik berjalan lebih siap sejak tahap perencanaan hingga barang sampai ke tujuan.

Contact the Uniair Cargo team today for a FREE consultation and export cost estimate!
Also, follow us on Instagram at @uniaircargo for logistics tips, up-to-date information, and export inspiration!

menghitung cbm impor ekspor
Cargo

OCTOBER 10, 2025

Cara menghitung Kubikasi Untuk Pengiriman Impor Ek...

Strategi Mengelola Pengiriman Kargo
Cargo

FEBRUARY 27, 2025

Strategi Mengelola Pengiriman Kargo Massal untuk K...

logistics cargo
Cargo

AUGUST 08, 2025

Why Uniair Cargo Warehousing Services Are the Righ...