Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan Ocean Freight Forwarding


September 25, 2023


Setelah sebelumnya kita membahas tentang kelebihan dan kekurangan air freight forwarding, pada kesempatan ini, Uniair Cargo akan membahas tentang kelebihan dan kekurangan menggunakan ocean freight forwarding atau biasa dikenal sebagai sea freight sebagai solusi logistik pengiriman internasional untuk bisnis Anda.

Ocean freight forwarding adalah moda transportasi yang masih menjadi primadona dalam arena perdagangan internasional. Bagaimana tidak, sekitar [90% kargo dikirimkan melalui jalur laut](https://www.oecd.org/ocean/topics/ocean-shipping/#:~:text=The main transport mode for,are carried over the waves.). Hal ini tentu saja membuat Anda penasaran mengapa banyak orang masih tetap setia menggunakan jalur laut (ocean freight). Berikut kelebihan dan kekurangan menggunakan ocean freight forwarding.

Kelebihan Ocean Freight Forwarding

1. Harga lebih murah

Alasan sebagian besar bisnis masih menggunakan ocean freight adalah karena ocean freight lebih cost-efficient, bahkan bisa 10x lebih murah dibandingkan dengan menggunakan moda transportasi udara.

Apalagi jika Anda mengirimkan barang-barang yang berukuran besar, heavy atau bulk size. Tentunya ini akan lebih murah karena Anda hanya menyewa kontainer bulk yang bisa disesuaikan dengan ukuran kargo.

2. Kapasitas

Anda ingin mengirimkan lebih dari 3 kontainer dalam satu kali pengiriman? Tidak jadi masalah. Hal ini dikarenakan satu kali perjalanan kapal kargo bisa mengangkut hingga ribuan kontainer. Jadi ini sangat ideal untuk Anda yang ingin mentransportasikan komoditas seperti bahan mentah, beras, mineral, dan masih banyak lagi.

Untuk kargo yang ukurannya irreguler, seperti halnya yang Uniair Cargo pernah kirimkan yaitu proyek pengiriman helikopter melalui jalur laut, ocean freight menjadi opsi yang ideal juga.

3. Pertimbangan lingkungan

Ocean freight memiliki jejak karbon yang lebih sedikit dibandingkan dengan air freight. Jika Anda sebagai pebisnis mempunyai kekhawatiran terhadap lingkungan, maka tidak ada salahnya Anda lebih memprioritaskan mengirim menggunakan ocean freight.

Hal ini juga yang menjadi alasan Apple saat ini lebih banyak shipment produk mereka menggunakan moda transportasi ocean freight. Dikatakan dalam laporan CSR dan Environmental Impact, Apple ingin untuk menghilangkan jejak karbon sepenuhnya hingga akhir tahun 2030. Menggunakan ocean freight sebagai moda transportasi utama adalah salah satu caranya.

4. Stabilitas dan prediktabilitas

Rute ocean freight biasanya lebih stabil dan tidak banyak perubahan rute. Beda halnya dengan maskapai penerbangan yang akan menutup rute penerbangan mereka jika dirasa rute tersebut tidak lagi membawakan profit bagi perusahaan maskapai.

Untuk rute kapal laut, tentunya lebih stabil, bahkan telah terdapat rute perdagangan dari zaman kongsi dagang VOC (600 tahun) yang terus dipakai hingga sekarang melalui jalur laut.

Apa yang bisa Anda dapatkan dari sisi ini? Tentunya dari segi perencanaan Anda dapat lebih terarah menentukan jadwal dan memprediksi rute yang efektif. Bahkan ada yang mengatakan bahwa waktu transit yang lama menjadi salah satu keuntungan bagi beberapa bisnis yang memiliki timeline fleksibel.

5. Aksesibilitas ke port utama

Hub internasional dan port utama biasanya lebih sigap dalam menangani kargo ocean freight. Mereka mempunyai infrastruktur dan fasilitas yang memungkinkan loading dan unloading barang lebih cepat dibandingkan port kecil.

Bahkan ada jalur perdagangan khusus seperti halnya Terusan Suez untuk menghubungkan jalur perdagangan dari laut tengah ke laut merah di sekitaran wilayah perbatasan kontinen Afrika dan Eropa. Hal ini memungkinkan waktu transit dan pengiriman yang lebih cepat.

Kekurangan Ocean Freight Forwarding

1. Waktu transit yang lebih lama

Menggunakan ocean freight forwarding mungkin tidak cocok apabila Anda membutuhkan kargo Anda sampai lebih cepat. Bagaimana tidak, waktu dari mulai loading dan unloading barang di kapal kargo, hingga saat kapal kargo berjalan dari port ke port, dan dilanjutkan proses unloading serta kepabeanan ini akan membutuhkan waktu setidaknya lebih dari 10 hari untuk jarak dekat sekali pun. (Jakarta ke Shenzhen misalnya).

Belum lagi kapal laut biasanya akan transit terlebih dahulu di port utama untuk menurunkan beberapa kontainer dan mengangkut beberapa kontainer. Jika kontainer Anda ada di rute perjalanan terakhir, maka Anda bisa berekspektasi barang Anda bisa saja sampai lebih dari 30 hari.

Kalau Kargo Anda sangat sensitif terhadap waktu, terutama jika itu adalah permintaan buyer Anda di luar negeri, sebaiknya gunakan alternatif lain seperti jalur udara (air freight) atau mengkombinasikan beberapa moda transportasi untuk mendapatkan rate harga yang lebih murah melalui layanan multimodal transshipment.

Sama halnya dengan air freight, delay dikarenakan bencana alam atau cuaca yang tidak menentu menjadi faktor penghambat yang dapat membuat kapal kargo delay hingga beberapa hari (tergantung cuaca). Karena pihak liners dari kapal kargo tidak ingin ada kontainer yang rusak atau terjatuh yang tentunya lebih merugikan lagi, makanya mereka memastikan cuaca sudah clear untuk jalan.

2. Aksesibilitas terbatas ke daratan utama

Jika Anda mengirim ke sebuah remote region yang tidak memiliki port, ini dapat menjadi hambatan karena ujung-ujungnya Anda perlu menggunakan angkutan lain entah itu melalui darat atau udara.

Belum lagi biaya yang timbul bisa jauh lebih besar ketimbang Anda menggunakan air freight untuk setiap kargo yang mengalami delay.

3. Risiko kerusakan lebih tinggi

Kargo laut memiliki risiko tingkat kerusakan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kargo udara. Hal ini dikarenakan perbedaan suhu dan kelembapan di dalam kontainer dapat merusak barang Anda yang berharga. Belum lagi risiko lain yang timbul misalnya pencurian atau kehilangan barang jika ocean vessel Anda melalui jalur laut yang berisiko.

4. Dokumentasi dan regulasi

Regulasi kepabeanan yang kompleks dan dokumentasi yang disiapkan harus lengkap. Yah setidaknya air freight juga sama namun lebih sederhana untuk prosesnya. Terutama ini akan merepotkan jika Anda menggunakan jasa LCL container karena akan bersandingan proses bea cukai dengan barang dari perusahaan lain.

5. Kecepatan terbatas

Kecepatan dari sebuah kapal kargo itu terbatas, karena mereka membawa angkutan yang banyak dan besar. Bobot dari satu kali perjalana kapal laut kargo yang mengangkut penuh kontainer bisa mencapai 100.000 hingga 200.000 ton. Belum lagi kecepatan maksimum dari sebuah kapal kargo biasanya hanya berkisar 16-21 knot (sekitar 38 km/jam).

Jika Anda ingin konsultasi lebih lanjut mengenai jenis kargo, jenis pengiriman, multimodal transshipment, dan lain-lainnya yang berkaitan dengan pengiriman ekspor impor, hubungi Uniair Cargo sebagai partner end-to-end logistik Anda. Kami telah berpengalaman selama lebih dari 33 tahun dan dipercaya ratusan brand multinasional untuk handle ekspor impor, kepabeanan, hingga distribusi.

Contact the Uniair Cargo team today for a FREE consultation and export cost estimate!
Also, follow us on Instagram at @uniaircargo for logistics tips, up-to-date information, and export inspiration!

5 Requirements in Transporting Live Pets Overseas
Logistik

JUNE 07, 2023

Top 5 Requirements in Transporting Live Pets Overs...

Apa Itu Perusahaan Logistik?
Logistik

OCTOBER 20, 2023

Apa Itu Perusahaan Logistik?

Kenali Perbedaan Antara Freight Forwarder
Logistik

AUGUST 14, 2023

Kenali Perbedaan Antara Freight Forwarder dan Frei...