Dalam pengiriman barang melalui jalur udara, biaya air freight tidak selalu ditentukan oleh berat aktual. Maskapai penerbangan dan freight forwarder internasional menggunakan berat volumetrik air freight sebagai standar utama penagihan, terutama untuk barang dengan dimensi besar namun bobot relatif ringan.
Bagi importir, pemahaman yang keliru atau setengah-setengah terhadap konsep ini dapat berdampak langsung pada pembengkakan biaya, kesalahan perencanaan anggaran, hingga dispute saat penagihan.
Berat volumetrik mencerminkan ruang kargo yang digunakan di dalam pesawat, bukan sekadar berat fisik barang. Pesawat memiliki keterbatasan kapasitas ruang dan beban, sehingga setiap centimeter kubik memiliki nilai ekonomi.
Itulah sebabnya barang dengan ukuran besar sering kali dikenakan biaya tinggi meskipun bobotnya ringan.
Melalui pembahasan ini, Anda akan memperoleh pemahaman menyeluruh mengenai rumus berat volumetrik air freight, cara menghitungnya secara akurat, kesalahan yang sering terjadi di lapangan, serta strategi praktis agar biaya pengiriman udara tetap terkendali.
Dengan pemahaman yang tepat sejak awal, keputusan impor dapat diambil secara lebih strategis, efisien, dan profesional.
Apa Itu Berat Volumetrik dalam Air Freight
Berat volumetrik dalam air freight adalah metode perhitungan berat kargo berdasarkan volume atau ruang yang ditempati barang di dalam pesawat, bukan hanya berdasarkan berat aktualnya.
Konsep ini diterapkan secara global oleh maskapai penerbangan dan freight forwarder untuk memastikan utilisasi ruang kargo yang optimal.
Dalam praktiknya, setiap barang yang dikirim melalui jalur udara akan dievaluasi menggunakan dua parameter utama, yaitu berat aktual (gross weight) dan berat volumetrik (volumetric weight).
Nilai yang lebih besar di antara keduanya akan ditetapkan sebagai berat chargeable, yaitu berat yang digunakan sebagai dasar perhitungan biaya.
Bagi importir, konsep ini menjadi sangat relevan karena banyak barang impor memiliki karakteristik ringan namun memakan ruang besar, seperti:
Tanpa pemahaman yang baik tentang berat volumetrik, importir sering kali terkejut saat menerima invoice air freight yang jauh melebihi estimasi awal.
Mengapa Berat Volumetrik Menjadi Standar dalam Pengiriman Udara
Penggunaan berat volumetrik bukan tanpa alasan. Dalam industri penerbangan, ruang kargo adalah aset bernilai tinggi. Pesawat memiliki keterbatasan fisik yang ketat, baik dari sisi volume maupun daya angkut maksimum.
Jika maskapai hanya menggunakan berat aktual sebagai acuan, maka kargo ringan namun besar akan menghabiskan ruang tanpa memberikan kompensasi yang sebanding. Oleh karena itu, berat volumetrik digunakan untuk menciptakan keadilan komersial dan menjaga efisiensi operasional.
Dari sudut pandang importir, pemahaman ini membantu dalam:
Rumus Berat Volumetrik Air Freight yang Berlaku Internasional
Rumus berat volumetrik air freight telah distandarkan secara luas dalam industri logistik udara internasional. Rumus yang paling umum digunakan adalah:
Berat Volumetrik (kg) = Panjang (cm) × Lebar (cm) × Tinggi (cm) ÷ 6.000
Angka 6.000 merupakan pembagi standar yang mencerminkan rasio antara volume dan kapasitas muatan pesawat udara. Seluruh dimensi dihitung dalam satuan sentimeter, sementara hasil akhirnya dinyatakan dalam kilogram.
Sebuah paket memiliki dimensi:
Maka berat volumetriknya adalah:
100 × 80 × 60 ÷ 6.000 = 80 kg
Jika berat aktual barang hanya 50 kg, maka 80 kg akan digunakan sebagai berat terhitung.
Cara Menghitung Berat Volumetrik Air Freight Langkah demi Langkah
Agar tidak terjadi kesalahan perhitungan, berikut tahapan sistematis yang perlu dilakukan importir sebelum pengiriman:
Ukur panjang, lebar, dan tinggi kemasan luar dalam satuan sentimeter. Pastikan seluruh tonjolan, pelindung, dan kemasan tambahan ikut diperhitungkan.
Kalikan seluruh dimensi untuk mendapatkan volume dalam centimeter kubik. Nilai ini menjadi dasar utama perhitungan berat volumetrik.
Bagi hasil volume dengan angka 6.000 untuk mendapatkan berat volumetrik dalam kilogram.
Bandingkan berat volumetrik dengan berat aktual. Nilai yang lebih besar akan menjadi berat chargeable.
Lakukan konfirmasi tertulis sebelum pengiriman untuk memastikan tidak ada perbedaan data saat penagihan.
Contoh Perhitungan Berat Volumetrik Air Freight untuk Importir
Seorang importir mengirimkan barang elektronik dengan spesifikasi:
Perhitungan berat volumetrik:
120 × 80 × 70 ÷ 6.000 = 112 kg
Karena 112 kg lebih besar dari 65 kg, maka berat chargeable yang digunakan adalah 112 kg. Contoh ini menunjukkan dengan jelas bahwa ukuran kemasan memiliki pengaruh signifikan terhadap biaya air freight.
Kesalahan Umum Importir dalam Menghitung Berat Volumetrik
Meskipun rumusnya terlihat sederhana, kesalahan masih sering terjadi. Beberapa kesalahan yang paling umum antara lain:
Importir hanya mengukur produk tanpa kemasan luar, padahal maskapai menghitung berdasarkan dimensi terluar.
Masih banyak yang mencampuradukkan rumus air freight dengan sea freight, sehingga hasil perhitungan tidak sesuai standar.
Estimasi biaya menjadi tidak akurat karena tidak memahami konsep berat chargeable.
Tidak semua importir melakukan konfirmasi detail dengan freight forwarder sebelum pengiriman, yang berujung pada biaya tak terduga.
Strategi Mengoptimalkan Berat Volumetrik agar Biaya Lebih Efisien
Pemahaman rumus saja tidak cukup. Importir perlu menerapkan strategi praktis untuk mengendalikan berat volumetrik, antara lain:
Langkah-langkah ini terbukti efektif dalam menekan biaya air freight secara signifikan tanpa mengorbankan keamanan barang.
Baca Juga : Smart Factory Quality Control for Global Manufacturing
Berat volumetrik air freight adalah komponen krusial dalam struktur biaya pengiriman udara. Bagi importir, pemahaman yang mendalam tentang rumus, cara menghitung, dan strategi optimasinya merupakan bagian penting dari pengelolaan logistik modern.
Insight utama yang perlu diingat adalah bahwa berat chargeable selalu ditentukan oleh nilai terbesar antara berat aktual dan berat volumetrik. Oleh karena itu, pengemasan, perencanaan, dan komunikasi dengan freight forwarder menjadi faktor penentu efisiensi biaya.
Untuk memastikan perhitungan berat volumetrik air freight akurat dan pengiriman berjalan tanpa kendala, bekerja sama dengan freight forwarder berpengalaman seperti Uniair Cargo merupakan langkah strategis. Dengan pemahaman standar internasional dan pendekatan profesional, risiko selisih biaya dapat ditekan, dan proses impor berjalan lebih terkendali.
Contact the Uniair Cargo team
today for a FREE consultation and export cost estimate!
Also, follow us on Instagram at @uniaircargo
for logistics tips, up-to-date information, and export inspiration!