Rumus Berat Volumetrik Air Freight yang Wajib Diketahui Importir


January 29, 2026


Dalam pengiriman barang melalui jalur udara, biaya air freight tidak selalu ditentukan oleh berat aktual. Maskapai penerbangan dan freight forwarder internasional menggunakan berat volumetrik air freight sebagai standar utama penagihan, terutama untuk barang dengan dimensi besar namun bobot relatif ringan. 

Bagi importir, pemahaman yang keliru atau setengah-setengah terhadap konsep ini dapat berdampak langsung pada pembengkakan biaya, kesalahan perencanaan anggaran, hingga dispute saat penagihan.

Berat volumetrik mencerminkan ruang kargo yang digunakan di dalam pesawat, bukan sekadar berat fisik barang. Pesawat memiliki keterbatasan kapasitas ruang dan beban, sehingga setiap centimeter kubik memiliki nilai ekonomi. 

Itulah sebabnya barang dengan ukuran besar sering kali dikenakan biaya tinggi meskipun bobotnya ringan.

Melalui pembahasan ini, Anda akan memperoleh pemahaman menyeluruh mengenai rumus berat volumetrik air freight, cara menghitungnya secara akurat, kesalahan yang sering terjadi di lapangan, serta strategi praktis agar biaya pengiriman udara tetap terkendali. 

Dengan pemahaman yang tepat sejak awal, keputusan impor dapat diambil secara lebih strategis, efisien, dan profesional.

Apa Itu Berat Volumetrik dalam Air Freight

Berat volumetrik dalam air freight adalah metode perhitungan berat kargo berdasarkan volume atau ruang yang ditempati barang di dalam pesawat, bukan hanya berdasarkan berat aktualnya. 

Konsep ini diterapkan secara global oleh maskapai penerbangan dan freight forwarder untuk memastikan utilisasi ruang kargo yang optimal.

Dalam praktiknya, setiap barang yang dikirim melalui jalur udara akan dievaluasi menggunakan dua parameter utama, yaitu berat aktual (gross weight) dan berat volumetrik (volumetric weight)

Nilai yang lebih besar di antara keduanya akan ditetapkan sebagai berat chargeable, yaitu berat yang digunakan sebagai dasar perhitungan biaya.

Bagi importir, konsep ini menjadi sangat relevan karena banyak barang impor memiliki karakteristik ringan namun memakan ruang besar, seperti:

  • Produk elektronik dan aksesoris dengan kemasan tebal, contoh seperti handphone dll

     
  • Barang rumah tangga seperti bantal, koper dll

     
  • Makanan ringan yang besar bungkusannya

     
  • Barang retail dengan kemasan display

     

Tanpa pemahaman yang baik tentang berat volumetrik, importir sering kali terkejut saat menerima invoice air freight yang jauh melebihi estimasi awal.

Mengapa Berat Volumetrik Menjadi Standar dalam Pengiriman Udara

Penggunaan berat volumetrik bukan tanpa alasan. Dalam industri penerbangan, ruang kargo adalah aset bernilai tinggi. Pesawat memiliki keterbatasan fisik yang ketat, baik dari sisi volume maupun daya angkut maksimum.

Jika maskapai hanya menggunakan berat aktual sebagai acuan, maka kargo ringan namun besar akan menghabiskan ruang tanpa memberikan kompensasi yang sebanding. Oleh karena itu, berat volumetrik digunakan untuk menciptakan keadilan komersial dan menjaga efisiensi operasional.

Dari sudut pandang importir, pemahaman ini membantu dalam:

  • Menyusun estimasi biaya air freight yang realistis

     
  • Menghindari selisih tagihan

     
  • Merancang strategi pengemasan yang lebih efisien

     
  • Menentukan apakah air freight memang pilihan terbaik dibandingkan moda lain

     

Rumus Berat Volumetrik Air Freight yang Berlaku Internasional

Rumus berat volumetrik air freight telah distandarkan secara luas dalam industri logistik udara internasional. Rumus yang paling umum digunakan adalah:

Berat Volumetrik (kg) = Panjang (cm) × Lebar (cm) × Tinggi (cm) ÷ 6.000

Angka 6.000 merupakan pembagi standar yang mencerminkan rasio antara volume dan kapasitas muatan pesawat udara. Seluruh dimensi dihitung dalam satuan sentimeter, sementara hasil akhirnya dinyatakan dalam kilogram.

Contoh Perhitungan Dasar

Sebuah paket memiliki dimensi:

  • Panjang: 100 cm

     
  • Lebar: 80 cm

     
  • Tinggi: 60 cm

     

Maka berat volumetriknya adalah:
 100 × 80 × 60 ÷ 6.000 = 80 kg

Jika berat aktual barang hanya 50 kg, maka 80 kg akan digunakan sebagai berat terhitung.

Cara Menghitung Berat Volumetrik Air Freight Langkah demi Langkah

Agar tidak terjadi kesalahan perhitungan, berikut tahapan sistematis yang perlu dilakukan importir sebelum pengiriman:

1. Mengukur Dimensi Barang Secara Akurat

Ukur panjang, lebar, dan tinggi kemasan luar dalam satuan sentimeter. Pastikan seluruh tonjolan, pelindung, dan kemasan tambahan ikut diperhitungkan.

2. Menghitung Volume Barang

Kalikan seluruh dimensi untuk mendapatkan volume dalam centimeter kubik. Nilai ini menjadi dasar utama perhitungan berat volumetrik.

3. Membagi dengan Angka Standar Air Freight

Bagi hasil volume dengan angka 6.000 untuk mendapatkan berat volumetrik dalam kilogram.

4. Membandingkan dengan Berat Aktual

Bandingkan berat volumetrik dengan berat aktual. Nilai yang lebih besar akan menjadi berat chargeable.

5. Konfirmasi dengan Freight Forwarder

Lakukan konfirmasi tertulis sebelum pengiriman untuk memastikan tidak ada perbedaan data saat penagihan.

Contoh Perhitungan Berat Volumetrik Air Freight untuk Importir

Seorang importir mengirimkan barang elektronik dengan spesifikasi:

  • Dimensi: 120 cm × 80 cm × 70 cm

     
  • Berat aktual: 65 kg

     

Perhitungan berat volumetrik:
 120 × 80 × 70 ÷ 6.000 = 112 kg

Karena 112 kg lebih besar dari 65 kg, maka berat chargeable yang digunakan adalah 112 kg. Contoh ini menunjukkan dengan jelas bahwa ukuran kemasan memiliki pengaruh signifikan terhadap biaya air freight.

Kesalahan Umum Importir dalam Menghitung Berat Volumetrik

Meskipun rumusnya terlihat sederhana, kesalahan masih sering terjadi. Beberapa kesalahan yang paling umum antara lain:

Pengukuran Dimensi Tidak Akurat

Importir hanya mengukur produk tanpa kemasan luar, padahal maskapai menghitung berdasarkan dimensi terluar.

Menggunakan Angka Pembagi yang Salah

Masih banyak yang mencampuradukkan rumus air freight dengan sea freight, sehingga hasil perhitungan tidak sesuai standar.

Tidak Membandingkan dengan Berat Aktual

Estimasi biaya menjadi tidak akurat karena tidak memahami konsep berat chargeable.

Kurangnya Konfirmasi Awal

Tidak semua importir melakukan konfirmasi detail dengan freight forwarder sebelum pengiriman, yang berujung pada biaya tak terduga.

Strategi Mengoptimalkan Berat Volumetrik agar Biaya Lebih Efisien

Pemahaman rumus saja tidak cukup. Importir perlu menerapkan strategi praktis untuk mengendalikan berat volumetrik, antara lain:

  • Menggunakan kemasan yang proporsional dan efisien

     
  • Menghindari ruang kosong berlebihan dalam karton

     
  • Menyesuaikan desain packaging untuk pengiriman udara

     
  • Berkonsultasi sejak awal dengan freight forwarder berpengalaman

     

Langkah-langkah ini terbukti efektif dalam menekan biaya air freight secara signifikan tanpa mengorbankan keamanan barang.

Baca Juga : Smart Factory Quality Control for Global Manufacturing

Ringkasan dan Insight Penting untuk Importir

Berat volumetrik air freight adalah komponen krusial dalam struktur biaya pengiriman udara. Bagi importir, pemahaman yang mendalam tentang rumus, cara menghitung, dan strategi optimasinya merupakan bagian penting dari pengelolaan logistik modern.

Insight utama yang perlu diingat adalah bahwa berat chargeable selalu ditentukan oleh nilai terbesar antara berat aktual dan berat volumetrik. Oleh karena itu, pengemasan, perencanaan, dan komunikasi dengan freight forwarder menjadi faktor penentu efisiensi biaya.

Untuk memastikan perhitungan berat volumetrik air freight akurat dan pengiriman berjalan tanpa kendala, bekerja sama dengan freight forwarder berpengalaman seperti Uniair Cargo merupakan langkah strategis. Dengan pemahaman standar internasional dan pendekatan profesional, risiko selisih biaya dapat ditekan, dan proses impor berjalan lebih terkendali.

Contact the Uniair Cargo team today for a FREE consultation and export cost estimate!
Also, follow us on Instagram at @uniaircargo for logistics tips, up-to-date information, and export inspiration!

logistics cargo
Logistik

JULY 23, 2025

Speed, Precision, and Accountability: Uniair Cargo...

4 Tren Industri Logistik di Indonesia 2023
Logistik

AUGUST 04, 2023

4 Tren Industri Logistik di Indonesia Tahun 2023

The Role of Technology in the Logistics Industry
Logistik

MAY 01, 2024

The Role of Technology in the Logistics Industry