International Maritime Organization (IMO) merupakan sebuah lembaga di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang didirikan pada tahun 1958 dengan tujuan untuk mengawasi keselamatan dan keamanan pelayaran serta mencegah adanya pencemaran lingkungan laut dari aktivitas perkapalan.
IMO sebagai organisasi dunia berperan penting dalam menentukan standar global pada industri pelayaran, sekaligus memastikan bahwa segala aktivitas pengiriman laut dapat dilakukan dengan aman, efisien, serta tidak membawa dampak buruk pada lingkungan.
Sebagai organisasi yang berfokus pada keselamatan dan keamanan pengiriman serta mencegah adanya pencemaran air laut akibat transportasi kapal, IMO memiliki beberapa peran penting dalam mengatur regulasi pengiriman, antara lain:
1. Menetapkan Standar Keselamatan dan Keamanan
International Maritime Organization dalam hal ini memiliki fokus untuk mengkaji dan mengembangkan berbagai aturan terkait desain kapal, bentuk konstruksi, peralatan, pengoperasiannya, hingga kualifikasi awak kapal yang akan dipekerjakan. Salah satu konvensi utama tertuang dalam International Convention for the Safety of Life at SEA (SOLAS) pada tahun 1974 yang menjelaskan aturan minimum dalam menjaga keselamatan kapal.
2. Melindungi Perairan dari Pencemaran Lingkungan Aktivitas Maritim
Untuk mencegah dan mengurangi adanya pencemaran air laut yang mengancam biota di dalamnya, IMO dalam konvensi International Convention for the Prevention of Pollution from Ships (MARPOL) di tahun 1973 menetapkan sebuah aturan yang mengatur bagaimana kapal harus mampu mengelola limbah yang dihasilkan, termasuk limbah minyak, bahan kimia, serta sampah yang dapat mencemari laut.
Misalnya saja kewajiban adanya lambung ganda pada kepal untuk mencegah pencemaran laut akibat minyak. Lalu ada pula aturan dilarang membuang residu yang mengandung zat berbahaya dalam radius 12 mil dari daratan terdekat, serta adanya larangan pembuangan limbah ke laut.
3. Adanya Kewajiban untuk Pelatihan dan Sertifikasi Awak Kapal
Demi mempertahankan keamanan dan keselamatan, setiap awak kapal memerlukan pelatihan dan sertifikasi untuk memastikan mereka mampu bekerja sesuai dengan standar aturan yang berlaku. Aturan ini diatur melalui International Convention on Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Seafarers (STCW) di tahun 1978.
Dari konvensi tersebut ada beberapa nilai penting yang wajib dipahami, antara lain:
Pada tahun 2024, Indonesia kembali terpilih menjadi anggota International Maritime Organization (IMO). Hal ini merupakan sebuah kebanggaan sekaligus memberikan keuntungan pada sektor maritim di Indonesia.
Indonesia masuk pada kategori C bersama dengan Singapura, Malaysia, Saudi Arabia, Turki, Malta, Filipina, Chili, Mesin, Meksiko, Bahama, Maroko, Sipris, Qatar, Kenya, Peru, Bangladesh, Denmark, Finlandia, dan Jamaika.
Berada dalam kategori C berarti Indonesia menjadi perwakilan yang memiliki kepentingan khusus pada angkatan laut sekaligus menjadi representasi yang adil secara geografis.
Meski demikian, keuntungan menjadi Dewan Anggota IMO tidak hanya dirasakan oleh angkatan laut, namun juga berpengaruh pada jasa perdagangan laut atau internasional di dalam negeri. Pasalnya dengan menjadi dewan anggota, Indonesia dapat berpartisipasi pada pembentukan kebijakan hingga proses aplikasinya.
Tidak sampai di situ, upaya pemerintah untuk memaksimalkan potensi maritim dengan keanggotaanya di IMO juga diwujudkan dengan adanya adopsi regulasi IMO menjadi peraturan nasional. Salah satunya adalah Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2021 yang mengatur penyelenggaraan angkutan air, termasuk pengiriman yang menggunakan jalur laut.
Lebih lanjut penyesuaian aturan yang berkiblat pada IMO ini juga dapat dirasakan dengan adanya aturan terkait cara penanganan dan pengangkutan barang berbahaya via pelabuhan dengan standar internasional. Tujuan dari aturan ini tentu saja untuk memastikan keselamatan dan keamanan proses pengiriman.
Itulah peran International Maritime Organization atau IMO terhadap pengiriman jalur laut. Sejatinya IMO memegang peran krusial dalam hal regulasi dengan menetapkan standar yang berlaku global demi memastikan keselamatan dan keamanan pengiriman tanpa menyingkirkan adanya kepentingan untuk menjaga keberlanjutan lingkungan.
Implementasi regulasi IMO di berbagai negara, termasuk Indonesia mampu membantu negara untuk merancang sistem transportasi yang efektif, efisien, serta saling jaga antar negara. Meski telah melahirkan banyak aturan dan regulasi, adanya perkembangan zaman membuat IMO beserta negara-negara anggota di dalamnya tidak bisa berhenti untuk terus melakukan evaluasi agar setiap regulasi tetap relevan.
Tidak perlu khawatir untuk memahami setiap aturan yang berlaku untuk pengiriman jalur laut, sebab di tangan jasa pengiriman terpercaya seperti Uniair Cargo, pengiriman Anda dapat diproses secara cepat dan dipastikan aman sampai tujuan. Kami telah berpengalaman selama 30 tahun untuk pengiriman jalur laut ke berbagai daerah di seluruh dunia. Hubungi kami melalui contact@uniaircargo.co.id dan dapatkan penawaran terbaik hari ini!
Contact the Uniair Cargo team
today for a FREE consultation and export cost estimate!
Also, follow us on Instagram at @uniaircargo
for logistics tips, up-to-date information, and export inspiration!