Dalam pasal global di mana perdagangan banyak melibatkan antar negara, embargo menjadi instrumen politik yang sering digunakan oleh negara atau organisasi internasional tertentu untuk menekan negara lainnya atau bisa juga hingga ke fase isolasi.
Negara yang terkena embargo tentunya akan mempengaruhi siklus perdagangan global, terutama pada sektor pengiriman kargo internasional. Oleh karena itu, melalui artikel ini akan dibahas negara mana saja yang sering terkena embargo dan bagaimana Anda sebagai pengusaha dapat menyesuaikan strategi agar pengiriman barang Anda tetap lancar.
Good Stats pada Februari 2024 merilis sebuah data mengenai beberapa negara yang sering mendapatkan sanksi atau embargo. Berikut datanya:
1. Rusia
Rusia menempati posisi pertama sebagai negara yang paling banyak menerima sanksi atau embargo sejak tahun 2000. Terhitung 24 tahun berlalu, Rusia telah mengantongi 18.722 sanksi. Sanksi terbesar yang didapatkan Rusia terjadi di tahun 2014 dan 2022 di mana mereka melakukan invasi ke Ukraina. Akibat aksi ini, Rusia disanksi dengan adanya pembatasan teknologi canggih, pembekuan aset, dan larangan akses menuju pasar keuangan internasional.
2. Iran
Iran memang telah menjadi subjek sanksi internasional sejak beberapa dekade silam. Total sanksi yang diketahui hingga saat ini mencapai 4.953 sanksi. Sanksi ini dijatuhkan akibat adanya pelanggaran hak asasi manusia dan juga terkait program nuklir. Akibat dari peristiwa ini, Iran mendapatkan pembatasan untuk mengakses minyak bumi, perbankan, dan layanan servis.
3. Suriah
Negara lainnya yang paling sering mengalami embargo dialami oleh Suriah dengan total 2.811 sanksi. Hal ini bersumber dari konflik berkepanjangan yang terjadi di sana. Akibat dari hal ini, Amerika Serikat dan Uni Eropa sepakat untuk memberikan batasan perdagangan bagi Suriah di dunia internasional, termasuk untuk larangan ekspor, dan adanya pembekuan aset.
4. Korea Utara
Negara selanjutnya yang sering terkena embargo adalah Korea Utara. Negara ini dapat dikatakan memang yang paling terisolasi secara ekonomi di pasar global karena sanksi internasional yang mereka terima. Sanksi ini diberlakukan dengan harapan dapat menekan program nuklir dan peluru kendali yang terus mereka kembangkan. Dengan total 2.171 sanksi, Korea Utara mendapatkan larangan untuk melakukan perdagangan beberapa komoditi tertentu seperti minyak bumi, logam, dan barang-barang mewah.
5. Belarus
Negara di kawasan Eropa ini mendapatkan sanksi dari Uni Eropa dan Amerika Serikat atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia serta keberpihakannya terhadap Rusia. Dengan jumlah sanksi sebanyak 1.454, Belarus mendapat pukulan telak untuk sektor ekspor minyak dan kalium, yang mana keduanya cukup signifikan pengaruhnya bagi ekonomi dalam negeri.
6. Myanmar
Setelah dilakukannya kudeta militer pada tahun 2021 lalu, Myanmar dijatuhi sanksi dari negara-negara Barat di mana negara ini mendapatkan keterbatasan untuk melakukan perdagangan di sektor tertentu seperti energi dan pertambangan. Lebih jauh, dari 988 sanksi, Myanmar juga dilarang melakukan investasi di sektor-sektor tersebut.
7. Venezuela
Negara terakhir dengan jumlah sanksi paling sedikit namun masih tergolong negara yang sering terkena embargo adalah Venezuela dengan total 747 sanksi dari tahun 2000. Negara ini menjadi subjek sanksi Amerika Serikat sejak pemerintahan Presiden Nicolas Maduro. Akibatnya Venezuela mendapatkan kesulitan untuk berpartisipasi di global market pada sektor minyak, yang merupakan sumber penting pendapatan negaranya.
Meskipun tidak mudah untuk bergerak dengan status embargo di suatu negara, namun pengiriman dapat tetap diupayakan lancar dengan mengadopsi strategi berikut ini:
1. Paham Regulasi Internasional
Untuk menghindari pengiriman yang tertunda atau mengalami kendala, sangat penting untuk memahami regulasi dari sanksi yang berlaku. Perusahaan dapat bekerja sama dengan konsultan hukum atau konsultan jasa ekspor-impor yang lebih berpengalaman dalam memahami setiap aturan yang relevan.
2. Lakukan Due Diligence
Perusahaan diwajibkan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap calon pelanggan, mitra bisnis, dan produk apa yang akan dijadikan komoditas ekspor-impor. Hal ini diperlukan untuk menghindari adanya keterlibatan transaksi yang dapat melanggar sanksi.
3. Gunakan Rute Alternatif
Jika negara tujuan ekspor Anda melewati kawasan negara yang terkena embargo atau bahkan diblokir aksesnya, maka salah satu strategi lain yang dapat digunakan adalah dengan mencari rute alternatif sehingga barang ekspor tetap bisa sampai di tujuan. Pada kasus ini tidak jarang memerlukan bantuan penggunaan pelabuhan di negara ketiga.
4. Lakukan Negosiasi dengan Pihak Asuransi
Status negara yang terkena sanksi atau embargo tidak dapat dipungkiri membuat biaya asuransi kargo menjadi lebih mahal. Namun untuk menyiasatinya, Anda dapat melakukan negosiasi dengan penyedia jasa asuransi atau mencari alternatif jasa asuransi lainnya. Dengan teknik negosiasi yang tepat, Anda bisa mendapatkan win-win solution.
5. Berkoordinasi dengan Mitra Lokal Setempat
Cara lain untuk menyesuaikan pengiriman kargo Internasional dengan negara yang terkena sanksi atau embargo dapat dilakukan dengan melakukan koordinasi bersama pihak-pihak yang memahami situasi lapangan dengan tepat. Pihak-pihak yang disebut mitra lokal ini dapat membantu Anda menavigasi tantangan logistik sekaligus mencari solusi agar pengiriman tetap berjalan lancar.
Itulah daftar negara yang paling sering terkena sanksi internasional atau embargo. Tentu saja hal ini dapat menjadi tantangan besar bagi perdagangan internasional maupun industri logistik. Namun dengan memahami regulasi, mematuhi aturannya, serta menyesuaikan strategi, kendala ini masih bisa dihadapi.
Oleh karena itu memilih jasa pengiriman yang terpercaya dan berpengalaman menjadi tujuan utama untuk meminimalisir kendala pengiriman. Seperti keunggulan Uniair Cargo yang telah beroperasi selama lebih dari 30 tahun melayani pengiriman ke berbagai negara di belahan dunia. Kami dapat membantu Anda dengan solusi terbaik. Hubungi contact@uniaircargo.co.id dan dapatkan penawaran terbaik hari ini!
Contact the Uniair Cargo team
today for a FREE consultation and export cost estimate!
Also, follow us on Instagram at @uniaircargo
for logistics tips, up-to-date information, and export inspiration!