Perbedaan FCL dan LCL dalam Industri Logistik


February 03, 2023


Dunia kargo dan logistik memang memiliki banyak istilah yang membingungkan, ada singkatan-singkatan yang mungkin memiliki makna yang sama. Walaupun demikian, Anda perlu mengetahui perbedaan antara FCL (Full Container Load) dan LCL (Less Container Load) karena istilah ini sangat krusial dalam pengiriman barang terutama ke luar negeri.

LCL sesuai dengan namnaya adalah sebuah metode pengiriman di mana barang yang akan Anda kirimkan digabungkan dengan barang milik orang lain dalam satu kontainer. Dengan kata lain, Anda hanya menggunakan sebagian porsi dari kontainer tersebut, tidak secara keseluruhan. Pengiriman jenis LCL ini cocok untuk Anda yang mengirim barang dalam jumlah yang sedikit atau volume barang kecil, sehingga tentunya lebih hemat ongkos pengiriman.

Di sisi lain, FCL, adalah sebuah metode pengiriman yang mana Anda akan menyewa satu kontainer penuh untuk mengirimkan barang milik Anda. FCL ini cocok untuk Anda yang mengirim barang dalam jumlah banyak atau volume barang tersebut cukup besar. Dengan FCL, Anda tentunya akan memiliki kontrol atas barang Anda pada saat transit dan dijamin keamanannya.

Terdapat perbedaan signifikan antara FCL dan LCL. Untuk pengiriman melalui metode LCL, Anda akan berbagi pengiriman dengan barang milik orang atau perusahaan lain, terdapat risiko terjadinya kehilangan, ataupun dari segi load time akan memakan waktu yang lebih lama, dan risiko lainnya seperti kerusakan barang karena untuk mengakomodasi ruang bagi barang lainnya.

Sementara itu untuk FCL, barang Anda dipastikan akan lebih aman sampai ke negara tujuan, karena Anda memiliki kontrol penuh atas kontainer tersebut. Loading barang dan unload barang pastinya akan memakan waktu yang relatif lebih cepat. Walaupun demikian, FCL ini sangat mahal. Alasan utamanya adalah karena Anda membayar penuh atas satu kontainer tersebut, tidak peduli apakah kontainernya diisi semua atau tidak.

Keuntungan dan Kerugian Jenis Pengiriman FCL

Pengiriman FCL memiliki beberapa keuntungan, di antaranya adalah:

  1. Keamanan terjamin. Dengan menggunakan satu kontainer penuh, risiko terjadinya kehilangan atau kerusakan dapat diminimalisir.
  2. Birokrasi yang lebih mudah. Ini adalah salah satu aspek terpenting dalam pengiriman ke negara tujuan. Pihak bea cukai dari negara tujuan lebih percaya atas barang yang dikirim melalui satu kontainer penuh, sangat jarang dicek apabila legalitas dan dokumen-dokumennya lengkap.
  3. Kecepatan loading barang, unload, dan pengiriman. Menggunakan satu kontainer artinya Anda memiliki kontrol penuh atas barang Anda. Kemudian juga tidak akan terjadi konsolidasi pengiriman pada masing-masing hub atau port. Jadi, bisa dibilang barang Anda akan lebih cepat sampai dan bisa dikirimkan dengan sesegera mungkin untuk door-to-door.
  4. Fleksibilitas. Ada berbagai macam ukuran kontainer. Anda bisa pilih yang sesuai dengan budget dan kebutuhan Anda.
  5. Direct shipment. Sesuai dengan poin tiga tadi, karena Anda menggunakan satu kontainer penuh, barang bisa segera dikirim dari negara asal ke negara tujuan tanpa adanya unloading barang milik orang lain sebagaimana metode pengiriman LCL yang tentu memakan waktu lebih lama.

Full Container Load (FCL) memang menjadi pilihan populer untuk pengiriman yang bernilai tinggi dan barang-barang besar. Walaupun demikian, FCL memiliki kekurangannya sendiri. Kali ini kita akan eksplor apakah pengiriman Full Container Load (FCL) adalah metode pengiriman yang tepat untuk Anda:

  1. Biaya FCL jauh lebih besar ketimbang LCL. Pengiriman Full Container Load (FCL) memakan biaya yang lebih besar dikarenakan Anda menyewa satu kontainer, tidak peduli apakah kontainer tersebut bisa diisi sepenuhnya oleh barang Anda atau akan menyisakan ruang kosong. Hal seperti ini tentunya tidak fleksibel untuk barang kargo berukuran kecil.
  2. Meningkatnya biaya sewa gudang. Setelah barang Anda sampai di tempat tujuan, tentunya, barang satu kontainer ini akan dimuat dalam pergudangan (warehouse). Dengan asumsi Anda mengirimkan barang bervolume besar, tentunya biaya akan menjadi lebih besar.

Kesimpulannya, mengirim barang menggunakan metode Full Container Load (FCL) memiliki keuntungan dan kerugiannya tersendiri. Pastikan Anda telah mengetahui jenis pengiriman apa yang cocok untuk barang-barang yang sudah diproduksi.

Keuntungan dan Kerugian Jenis Pengiriman LCL

Less Container Load (LCL) seringkali diabaikan dalam opsi pengiriman. Tentunya, ada banyak alasan di balik semua itu. Mari kita mulai dengan keuntungan metode pengiriman LCL:

  1. Biaya jauh lebih murah. Pengiriman LCL lebih hemat biaya bila dibandingkan dengan FCL. Dan ini sangat cocok apabila Anda sebagai manufaktur ingin mengirimkan sampel atau barang-barang dalam jumlah kecil sebelum mengirimkannya dalam volume besar.
  2. Tidak perlu biaya sewa gudang. Metode pengiriman LCL mengeliminasi kebutuhan akan sewa gudang. Setelah transit atau setelah sampai di tempat tujuan, Anda bisa langsung menggunakan jasa freight forwarder untuk mengirimkannya ke pergudangan Anda atau tempat produksi.
  3. Fleksibilitas untuk barang kecil. Tidak semua barang yang diekspor ataupun yang diimpor bervolume besar. Bisa jadi, Anda ingin mengekspor parfum, dan hanya membutuhkan beberapa ruang saja. Daripada Anda membuang sumber daya hanya untuk menyewa satu kontainer sementara ruang lainnya masih kosong, tentunya biaya akan membengkak.

Dan ini adalah kekurangan jenis pengiriman Less Container Load:

  1. Meningkatnya risiko terjadi kerusakan. Barang Anda tentunya akan digabung bersama dengan barang lainnya. Yang jadi masalah adalah teknisi yang handle belum tentu profesional, bisa jadi ada kerusakan dalam pengiriman ketika sedang unload barang milik orang lain.
  2. Meningkatnya risiko terjadi kehilangan. Sesuai dengan poin sebelumnya, terdapat risiko yang tinggi akan terjadinya kehilangan untuk barang-barang Anda.
  3. Limitasi barang yang dikirim. Barang yang bisa dikirim dan dimasukan ke dalam satu kontainer bersama barang lainnnya biasanya terbatas. Kalau Anda ingin mengirimkan barang-barang kimia di antara barang milik orang lain yang merupakan barang bahan makanan, tentunya tidak diperbolehkan.
  4. Prosedur bea cukai yang lebih kompleks. Kompleksitas prosedur bea cukai ini yang menjadi permasalahan utama ketika menggunakan Less Container Load (LCL). Bea cukai akan mengecek barang Anda sesuai prosedur dan rata-rata akan memakan waktu lama untuk LCL karena terdapat banyak dokumen dan barang untuk memastikan tidak ada penyelundupan barang ilegal. Hal seperti ini bisa menjadi kerugian Anda apabila barang ditahan di bea cukai, terdapat biaya overdue gudang yang bisa membengkak, serta delay pengiriman.
  5. Berkurangnya kontrol dari setiap proses pengiriman.

Contact the Uniair Cargo team today for a FREE consultation and export cost estimate!
Also, follow us on Instagram at @uniaircargo for logistics tips, up-to-date information, and export inspiration!

5 Seasonal Shipping Tips That Are Essentials
Logistik

MAY 10, 2024

5 Seasonal Shipping Tips That Are Essentials for Y...

logistik berbasis teknologi
Logistik

JANUARY 21, 2026

Logistik Berbasis Teknologi: Cara Modern Meningkat...

Perbedaan Jasa Kurir dan Jasa Freight Forwarding
Logistik

OCTOBER 10, 2023

Perbedaan Jasa Kurir dan Jasa Freight Forwarding d...