Apa Itu Fuel Surcharge dan Mengapa Biaya Ini Dikenakan?


December 29, 2025


Dalam dunia logistik dan transportasi, perubahan harga bahan bakar merupakan salah satu faktor terbesar yang mempengaruhi biaya operasional. Ketika harga bahan bakar naik secara signifikan.

Perusahaan pengiriman menghadapi tantangan untuk menjaga stabilitas biaya tanpa harus menaikkan tarif dasar secara drastis. 

Untuk menjawab tantangan ini, banyak penyedia layanan logistik mulai menerapkan fuel surcharge sebagai komponen tambahan dalam biaya pengiriman.

Istilah fuel surcharge kini semakin sering ditemui, baik dalam layanan kurir, ekspedisi, hingga transportasi kargo skala besar. Bagi pelaku bisnis.

Memahami apa itu fuel surcharge sangat penting agar perencanaan anggaran logistik tetap akurat dan tidak terjadi pembengkakan biaya yang tidak terduga.

Bagian ini akan menjelaskan konsep dasar fuel surcharge, alasan penerapannya, serta mengapa biaya ini menjadi elemen penting dalam operasional pengiriman modern.

Apa Itu Fuel Surcharge?

Fuel surcharge adalah biaya tambahan yang dikenakan oleh perusahaan logistik, transportasi, atau ekspedisi sebagai penyesuaian terhadap fluktuasi harga bahan bakar. 

Biaya ini tidak termasuk dalam tarif dasar pengiriman, melainkan dihitung secara terpisah untuk memastikan perusahaan dapat tetap beroperasi secara efisien tanpa mengalami kerugian akibat kenaikan harga bahan bakar.

Pada dasarnya, fuel surcharge berfungsi sebagai mekanisme proteksi. Ketika harga bahan bakar naik, biaya operasional seperti pengisian bahan bakar kendaraan, pemeliharaan armada, dan efisiensi rute ikut terdampak. 

Tanpa fuel surcharge, perusahaan pengiriman harus menaikkan tarif dasar secara berkala, yang justru dapat menciptakan ketidakstabilan harga bagi pelanggan.

Dengan adanya fuel surcharge, penyesuaian biaya dapat dilakukan secara transparan mengikuti harga pasar. Baik pelanggan maupun penyedia layanan dapat mengetahui porsi biaya tambahan yang berasal dari perubahan harga bahan bakar, sehingga penghitungan biaya pengiriman menjadi lebih jelas dan dapat diprediksi.

Mengapa Fuel Surcharge Dikenakan?

Fuel surcharge dikenakan karena harga bahan bakar merupakan komponen biaya yang sangat fluktuatif dan memiliki dampak besar terhadap operasional transportasi. 

Ketika harga bahan bakar naik, biaya perjalanan setiap kendaraan logistik ikut meningkat, mulai dari pengisian solar atau bensin hingga biaya perawatan kendaraan yang ikut terdampak oleh intensitas penggunaan.

Tanpa mekanisme fuel surcharge, perusahaan logistik harus menanggung seluruh kenaikan biaya tersebut, yang pada akhirnya dapat mengurangi margin keuntungan dan menurunkan kualitas layanan. 

Alternatif lainnya adalah menaikkan tarif dasar pengiriman secara berkala, namun cara ini justru membuat harga menjadi tidak stabil bagi pelanggan.

Dengan menerapkan fuel surcharge, perusahaan dapat menyesuaikan biaya pengiriman secara lebih fleksibel berdasarkan perkembangan harga bahan bakar di pasar. 

Pendekatan ini membuat struktur tarif menjadi lebih adil dan transparan. Pelanggan dapat melihat dengan jelas bahwa biaya tambahan tersebut berasal dari variabel eksternal, bukan dari kenaikan tarif yang tidak terkontrol.

Pada akhirnya, fuel surcharge membantu menjaga keseimbangan antara keberlanjutan operasional perusahaan logistik dan kepastian biaya bagi pelanggan, sehingga layanan pengiriman tetap berjalan dengan efisien dan konsisten.

Komponen Utama Fuel Surcharge

Fuel surcharge tidak ditentukan secara sembarangan. Ada beberapa komponen utama yang menjadi dasar perhitungan biaya ini, sehingga penyesuaiannya tetap logis, terukur, dan sesuai kondisi pasar. Berikut komponen-komponen yang paling berpengaruh:

1. Harga Rata-Rata Bahan Bakar

Harga bahan bakar seperti solar industri atau bensin adalah faktor utama yang menentukan besar kecilnya fuel surcharge. Perusahaan logistik biasanya mengacu pada harga resmi dari lembaga pemerintah atau penyedia energi. Ketika harga naik, nilai fuel surcharge ikut meningkat untuk menutupi lonjakan biaya operasional.

2. Jarak dan Rute Pengiriman

Semakin jauh jarak yang ditempuh, semakin besar konsumsi bahan bakar. Selain itu, rute dengan kondisi lalu lintas padat atau jalan menanjak dapat meningkatkan penggunaan bahan bakar. Faktor-faktor ini mempengaruhi besaran fuel surcharge karena berhubungan langsung dengan efisiensi perjalanan.

3. Tipe dan Kapasitas Kendaraan

Jenis kendaraan yang digunakan misalnya truk kecil, truk besar, atau kendaraan pendingin mempengaruhi jumlah bahan bakar yang dibutuhkan. Kendaraan dengan konsumsi bahan bakar tinggi akan membutuhkan penyesuaian biaya yang lebih besar melalui fuel surcharge.

4. Kebijakan Internal Perusahaan

Setiap perusahaan logistik memiliki metode dan kebijakan berbeda dalam menentukan fuel surcharge. Beberapa menggunakan persentase tetap berdasarkan indeks bahan bakar, sementara yang lain menerapkan matriks biaya yang berubah secara mingguan atau bulanan.

5. Efisiensi Operasional

Efisiensi armada, kondisi kendaraan, dan penggunaan teknologi manajemen rute juga mempengaruhi perhitungan fuel surcharge. Perusahaan dengan sistem operasional yang lebih efisien dapat menjaga fuel surcharge tetap kompetitif.

Secara keseluruhan, komponen-komponen ini memastikan bahwa fuel surcharge dihitung secara objektif, transparan, dan proporsional terhadap kondisi operasional dan pasar bahan bakar.

Cara Kerja dan Cara Menghitung Fuel Surcharge

Fuel surcharge diterapkan sebagai mekanisme penyesuaian biaya yang fleksibel agar perusahaan logistik dapat tetap beroperasi secara efisien meskipun terjadi perubahan harga bahan bakar. Cara kerja dan perhitungan fuel surcharge dapat bervariasi antara perusahaan, tetapi prinsip dasarnya serupa dan mengikuti logika yang transparan.

1. Cara Kerja Fuel Surcharge

  • Perusahaan memantau harga bahan bakar secara berkala (mingguan atau bulanan).

     
  • Ketika harga bahan bakar melewati ambang tertentu, perusahaan menyesuaikan tarif fuel surcharge berdasarkan persentase dari tarif dasar atau berdasarkan rumus khusus.

     
  • Perubahan biaya ini diumumkan kepada pelanggan agar informasi tetap transparan.

     
  • Fuel surcharge biasanya tidak bersifat tetap, tetapi mengikuti kondisi pasar sehingga dapat naik atau turun.

     

Dengan sistem ini, perusahaan tidak perlu menaikkan tarif dasar pengiriman setiap kali harga bahan bakar berubah. Sebaliknya, hanya komponen fuel surcharge yang disesuaikan sehingga struktur biaya tetap stabil dan mudah diprediksi.

2. Cara Menghitung Fuel Surcharge

Meskipun tidak ada rumus baku yang sama di seluruh industri, sebagian besar perusahaan menggunakan pendekatan umum berikut:

Rumus Dasar yang Umum Digunakan:

Fuel Surcharge (%) =
 ((Harga Bahan Bakar Saat Ini – Harga Bahan Bakar Acuan) ÷ Harga Bahan Bakar Acuan) × 100

Penjelasan:

  • Harga Bahan Bakar Acuan: Harga dasar yang ditetapkan perusahaan sebagai patokan.

     
  • Harga Bahan Bakar Saat Ini: Harga yang berlaku di pasar pada periode tertentu.

     
  • Selisih harga akan menentukan persentase fuel surcharge yang perlu ditambahkan ke biaya pengiriman.

     

Contoh Perhitungan Sederhana:

  • Harga acuan: Rp 10.000 per liter

     
  • Harga saat ini: Rp 12.000 per liter

     

Maka:
 ((12.000 – 10.000) ÷ 10.000) × 100 = 20%

Artinya, perusahaan dapat menambahkan fuel surcharge sebesar 20% dari tarif dasar pengiriman.

3. Variasi Metode Perhitungan

Setiap perusahaan logistik mungkin memiliki metode berbeda, seperti:

  • Fuel surcharge per kilogram.

     
  • Fuel surcharge per kilometer.

     
  • Fuel surcharge dalam bentuk tabel/indeks yang berubah berdasarkan level kenaikan harga bahan bakar.

     

Variasi ini memungkinkan perusahaan menyesuaikan perhitungan sesuai karakteristik layanan, jenis armada, dan kebutuhan operasional.

Baca Juga : Panduan Lengkap Apa Itu INSWS untuk Importir Pemula

Dengan memahami cara kerja dan perhitungannya, pelanggan dapat membaca struktur biaya pengiriman dengan lebih jelas dan membuat estimasi anggaran yang lebih akurat.

Contact the Uniair Cargo team today for a FREE consultation and export cost estimate!
Also, follow us on Instagram at @uniaircargo for logistics tips, up-to-date information, and export inspiration!

Single-Carrier Shipping vs Multi-Carrier Shipping
Logistik

FEBRUARY 27, 2023

Single-Carrier Shipping vs Multi-Carrier Shipping

Dampak Serangan Houthi di Laut Merah
Logistik

FEBRUARY 23, 2024

Dampak Serangan Houthi di Laut Merah Terhadap Sekt...

Bagaimana Memilih Freight Forwarder
Logistik

DECEMBER 30, 2024

Bagaimana Memilih Freight Forwarder yang Tepat unt...