Bagaimana Fluktuasi Kurs RMB/USD Memengaruhi Biaya Impor


September 25, 2025


Kegiatan perdagangan internasional memang cukup kompleks, termasuk biaya impor yang dipengaruhi oleh fluktuasi kurs RMB/USD. Para pelaku usaha yang mengandalkan supply chain dari China, tentunya akan terkena dampak langsung dari pergerakan nilai tukar Renminbi (RMB) terhadap Dollar AS (USD) sehingga mempengaruhi struktur biaya operasional perusahaannya.

China sebagai partner dagang utama Indonesia, pada akhirnya menjadikan pemahaman dinamika kurs RMB/USD sebagai salah satu syarat yang cukup penting bagi setiap CFO, Procurement Manager, dan Business Owner yang terlibat dalam aktivitas impor. Hal ini dikarenakan fluktuasi persentase kurs USD hari ini maupun RMB sangat ber-impact saat diaplikasikan pada volume transaksi yang cukup besar.

Oleh karena itu, dalam artikel ini kita akan membahas volatilitas kurs tersebut beroperasi dalam konteks bisnis nyata, sehingga Anda–para decision maker dapat mengoptimalkan strategic planning dan risk management yang tepat. Yuk simak!

Baca juga : 5 Komoditas Unggulan Ekspor Indonesia: Paling Dicari Dunia

Mengapa Fluktuasi RMB/USD Berperan Penting dalam Ekosistem Import Pricing?

  1. Mempengaruhi Biaya Aktual

Sebagian besar transaksi perdagangan Indonesia-China menggunakan denominasi USD atau RMB sebagai mata uang yang dijadikan acuan. Ketika supplier China menentukan harga dalam yuan sedangkan importir Indonesia melakukan pembayaran melalui USD, fluktuasi exchange rate kedua mata uang ini atau pun kurs USD ke rupiah langsung berdampak pada biaya aktual atau jumlah yang harus ditanggung.

  1. Berefek Pada Kegiatan Supply Chain

Perubahan nilai tukar tidak hanya mempengaruhi harga pembelian barang, tetapi juga komponen logistik internasional seperti shipping cost, insurance, dan handling fees yang umumnya menggunakan USD sebagai mata uang acuan. Ketika RMB menguat terhadap USD, para supplier cenderung menaikkan harga untuk mempertahankan margin dalam mata uang domestik mereka.

  1. Berpengaruh Pada Profit Margin Bisnis

Fluktuasi kurs 5% dapat mengubah total import cost hingga 3-7%, bergantung pada struktur pembayaran dan terms of payment yang disepakati. Hal ini tentunya sangat berpengaruh pada biaya margin bagi perusahaan, apalagi jika profit margin tipis atau volume impor yang besar.

Data Tren Fluktuasi RMB/USD Periode Terkini

Pergerakan Kurs dalam 12 Bulan Terakhir

Berdasarkan data dari laman Wise kita lihat bagaimana nilai tukar RMB (yuan China) terhadap USD bergerak dalam periode terbaru:

Titik Tertinggi dan Terendah:

  • Tertinggi: 1 USD = 7.35 RMB (09 April 2025) di mana posisi dollar sangat kuat.
  • Terendah: 1 USD = 7.11 RMB (September 2025) di mana yuan sedikit menguat.
  • Selisih: Sekitar 3.3% - ini angka yang cukup besar untuk bisnis impor

Apa Artinya untuk Importir? Ketika angka kurs naik (misalnya dari 7.11 ke 7.35), berarti dollar menguat dan yuan melemah. Bagi importir Indonesia, hal ini bisa jadi keuntungan karena barang dari China relatif lebih murah dalam dollar.

Pola Pergerakan Harian

Contoh Konkret Minggu Ketiga September 2025:

  • Hari dengan kurs tertinggi: 17 September 2025 = 0.1408 USD per 1 RMB
  • Hari dengan kurs terendah: 12 September 2025 = 0.1404 USD per 1 RMB
  • Perubahan terbesar dalam sehari: Turun 0.097%

Mengapa Ini Penting? Perubahan harian 0.1% mungkin terdengar kecil, tapi untuk kontrak impor senilai USD 100,000, hal ini berarti selisih biaya sekitar Rp 1.5 juta per hari.

Baca juga : Panduan Lengkap Ekspor Batik: Proses, Dokumen, dan Pasar Utama

Dampak Langsung Fluktuasi Kurs ke Biaya Impor

Mekanisme Pass-Through Effect

Ketika mata uang lokal terdepresiasi atau melemah, produk impor menjadi lebih mahal karena membutuhkan lebih banyak mata uang domestik untuk membeli foreign currency. Fenomena ini secara langsung memengaruhi landed cost barang impor dari China.

Simulasi Perhitungan Impact

Contoh Kasus Praktis:

  • Nilai kontrak impor: USD 100,000
  • Kurs awal: 1 USD = 7.0 RMB
  • Kurs setelah fluktuasi: 1 USD = 7.35 RMB (depresiasi RMB 5%)
  • Additional cost untuk importir: Rp 5,250,000 (asumsi USD/IDR 15,750)

Efek pada Logistics Cost

Perusahaan China lebih terpengaruh oleh biaya impor-ekspor dan daya saing harga, sementara volatilitas kurs berdampak pada volume, profitabilitas, dan risiko modal. Hal ini menciptakan pressure ganda bagi importir Indonesia yang harus menghadapi kenaikan harga sekaligus potential disruption dalam supply chain.

Strategi Mengelola Risiko dan Best Practice Bagi Para Decision Maker

  1. Forward Contract dan Currency Hedging

Implementasi forward contract  atau dikenal dengan istilah booking kurs memungkinkan perusahaan mengunci exchange rate untuk periode tertentu selama kurang lebih 3-12 bulan. Strategi ini memberikan prediksi yang lebih jelas dalam perencanaan keuangan perusahaan dan mengurangi exposure terhadap adverse currency movements.

  1. Diversifikasi Currency Payment

Negosiasi dengan supplier untuk pembayaran langsung dalam RMB dapat mengurangi dependensi pada volatilitas mata uang USD. Beberapa bank lokal telah menyediakan layanan RMB settlement yang tentunya lebih ramah untuk para importir Indonesia.

  1. Natural Hedging Strategy

Perusahaan dengan export revenue dalam USD dapat memanfaatkan natural hedging atau menyeimbangkan arus kas untuk mengurangi paparan biaya impor. Keseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran dalam mata uang asing menciptakan internal hedge yang efisien. 

Studi Kasus Implementasi Strategi

Monitoring Real-Time: Implementasikan sistem peringatan otomatis dengan notifikasi saat kurs berubah 2-3%, mengintegrasikan data real-time dengan sistem ERP untuk pengambilan keputusan yang lebih cepat.

Pendekatan Bertahap:

  • 0-3 bulan: Comprehensive exposure assessment dan basic monitoring
  • 3-12 bulan: Sophisticated hedging policy dengan team training
  • 1-3 tahun: Automated hedging execution dengan enterprise system integration

Investasi Teknologi: Sistem treasury modern dengan dashboard real-time dapat balik modal dalam 18-24 bulan untuk perusahaan dengan impor di atas USD 2 juta per tahun.

Currency volatility bukan sekadar cost of doing business, melainkan strategic factor yang dapat dioptimalkan menjadi competitive advantage melalui proactive management dan collaboration lintas departemen.

Kesimpulan

Fluktuasi kurs RMB/USD secara signifikan memengaruhi biaya impor dari China, yang berdampak pada profitabilitas dan perencanaan keuangan perusahaan. Pergerakan nilai tukar ini tidak hanya memengaruhi harga barang, tapi juga biaya logistik dan supply chain. 

Oleh karena itu, para decision maker seperti CFO dan procurement manager perlu mengadopsi strategi pengelolaan risiko, termasuk forward contract, diversifikasi pembayaran, dan natural hedging. Investasi pada teknologi treasury modern yang terintegrasi dengan data real-time sangat dianjurkan agar keputusan dapat diambil lebih cepat dan akurat demi efisiensi bisnis yang berkelanjutan.

Untuk mengelola risiko fluktuasi kurs dengan efektif dan memaksimalkan efisiensi biaya impor, segera terapkan strategi hedging dan integrasi sistem treasury Anda. 

Referensi:

  1. https://wise.com/gb/currency-converter/usd-to-cny-rate/history
  2. https://fred.stlouisfed.org/series/DEXCHUS
  3. https://www.statista.com/statistics/456227/monthly-exchange-rate-chinese-yuan-to-us-dollar/
  4. https://www.researchgate.net/publication/377745474_Impact_of_Exchange_Rate_Fluctuation_on_Import_and_Export_Enterprises_in_China_and_Japan_and_Countermeasures
  5. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2405844019368008 

Contact the Uniair Cargo team today for a FREE consultation and export cost estimate!
Also, follow us on Instagram at @uniaircargo for logistics tips, up-to-date information, and export inspiration!

6 Easy and Popular DIY Business Ideas
Ekonomi dan Bisnis

JUNE 10, 2023

6 Easy and Popular DIY Business Ideas

Pajak Penghasilan (PPh)
Ekonomi dan Bisnis

FEBRUARY 05, 2024

Pajak Penghasilan (PPh) Badan: Definisi dan Cara M...

Cara Memanfaatkan LinkedIn Untuk Bisnis
Ekonomi dan Bisnis

JULY 04, 2023

7 Cara Memanfaatkan LinkedIn untuk Bisnis Anda