Cara Kerja Supply Chain Management dan Strategi yang Efektif


February 25, 2023


Supply Chain Management adalah salah satu aspek terpenting dalam menentukan keberhasilan sebuah perusahaan. Supply Chain Management (SCM) didefinisikan sebagai sebuah proses yang melibatkan aktivitas dan koordinasi dari hulu ke hilir rantai suplai, mulai dari produksi hingga pengiriman (logistik) barang hasil produksi tersebut ke konsumen langsung (end-user).

Terdapat beberapa langkah dan strategi yang dapat diimplementasikan untuk memastikan proses dalam Supply Chain Management berjalan dengan efektif dan mampu meningkatkan kinerja perusahaan secara keseluruhan baik itu dari sumber daya manusianya maupun dari aktivitas bisnis terkait. Biarpun demikian, ada prinsip dasar yang harus dipatuhi agar perusahaan dapat mengimplementasikan cara kerja supply chain management dengan baik.

Cara Kerja Supply Chain Management

Supply Chain Management merepresentasikan sebuah usaha di mana para pemegang kepentingan (stakeholder) bekerja sama dalam membangun proses supply chain yang efektif dan terus mencari cara untuk mengurangi biaya operasional atau penghematan-penghematan biaya lainnya dalam supply chain.

Dasarnya, Supply Chain Management adalah sebuah cara agar semua proses dalam supply chain, termasuk upstream dan downstream supply chain yang pernah dijelaskan pada artikel sebelumnya, dapat berjalan sempurna dalam satu kontrol.

Misalnya, dengan menghubungkan seluruh proses mulai dari produksi, pengiriman, dan distribusi produk yang dikelola oleh satu pihak atau para pihak dalam satu siklus supply chain, maka prosesnya akan berjalan dengan lebih efektif. Dengan manajemen supply chain, maka perusahaan dapat meminimalisir biaya yang timbul akibat delay atau permasalahan lainnya serta membuat distribusi langsung ke tangan konsumen jadi jauh lebih cepat.

Bagaimana hal ini bisa dilakukan? Cara kerja supply chain management agar bisa meminimalisir biaya dan berjalan dengan efektif adalah dengan mengontrol ketat inventory, menekankan produksi secara internal, menghubungkan distribusi vendor agar secara langsung dapat mengirim setelah produksi selesai, serta mengelola banyak vendor seperti retailer dan distributor dan membantu mencari cara agar bisa meningkatkan penjualan.

Tujuan akhirnya adalah sampai ke tangan konsumen, jika terjadi penjualan secara masif, maka produksi, distribusi, dan siklus supply chain lainnya bisa berjalan dengan efektif dan cepat. Tapi, tentu saja semua ini harus dilakukan dengan mengimplementasikan prinsip dasar dalam Supply Chain Management.

Prinsip Dasar Supply Chain Management

Prinsip pertama dalam Supply Chain Management adalah fokus kepada konsumen. Ini adalah komponen pertama dan dianggap paling penting dalam SCM. Kesuksesan dari supply chain bergantung pada produk yang dihasilkan, apakah memenuhi kebutuhan dan ekspektasi dari konsumen? Dengan mengembangkan produk yang menjawab permasalahan dari konsumen itu sendiri, maka bisa dipastikan bahwa SCM yang dijalankan sudah berhasil.

Prinsip kedua dalam Supply Chain Management adalah prioritas efisiensi dan penghematan biaya. Agar bisa tetap bersaing dalam dunia bisnis yang cukup ketat, perusahaan harus terus mencari cara untuk streamline operasional supply chain dan menghemat biaya semaksimal mungkin. Hal seperti ini ada kaitannya dengan mengoptimasi manajemen stok di gudang yang mungkin bisa dilakukan dengan teknologi digital seperti Warehouse Management System (WMS), ataupun mengembangkan moda transportasi dan proses logistik dengan mengimplementasikan teknologi terbarukan seperti automasi dan AI.

Prinsip ketiga dalam Supply Chain Management adalah mendepankan kolaborasi dan komunikasi. Supply Chain Management bisa dilakukan dengan efektif apabila seluruh jajaran yang terlibat dalam prosesnya mau ikut serta dalam menciptakan komunikasi yang baik. Selain itu, kolaborasi juga diperlukan agar tidak ada pihak-pihak yang merasa dirugikan, karena sejatinya siklus supply chain dan infrastrukturnya sangatlah kompleks. Berkolaborasi sebaik mungkin dengan para pemegang kepentingan seperti supplier, manufaktur, distributor, dan retailer. Pastikan komunikasi yang disampaikan jelas untuk memastikan semua pemegang kepentingan memiliki goal yang sama.

Secara keseluruhan, Supply Chain Management adalah aspek krusial dalam keberhasilan bisnis. Dengan memfokuskan kepada customer, memprioritaskan efisiensi dan penghematan biaya, serta mengedepankan kolaborasi dan komunikasi menjadi prinsip dasar yang harus diikuti dalam menjalankan proses SCM.

5 Strategi dalam Optimasi Supply Chain Management

Uniair Cargo akan membagikan tips dalam menghasilkan supply chain management yang efektif. Dengan mengikuti 5 kunci strategi ini, perusahaan Anda akan bisa melakukan optimasi supply chain.

1. Lean Manufacturing

Lean Manufacturing. Strategi populer pertama dalam mengembangkan proses SCM yang lebih efisien adalah dengan mengimplementasikan praktik Lean Manufacturing. Lean Manufacturing adalah filosofi sederhana dalam revolusi industri yang menekankan eliminasi sumber daya tidak berguna dan mengembangkan proses secara kontinu. Misalnya, saat ini proses untuk PO Inbound stok gudang dan lain-lainnya memerlukan 7 tahapan, pengusaha atau orang yang terlibat harus cari cara agar tahapannya diubah menjadi hanya 2 atau 3, supaya lebih efektif.

2. Just-In-Time (JIT) Inventory Management

Just-In-Time Inventory Management. Just-In-Time (JIT) Inventory Management adalah sebuah proses di mana manufaktur akan membeli material yang dibutuhkan hanya pada waktu tertentu, atau menentukan kapan waktu yang tepat untuk bagian purchasing dalam membeli barang agar bisa diproduksi di pabrik secepat mungkin dan didistribusikan secara efisien.

JIT ini sangat populer karena meminimalisir terjadinya penumpukan barang mentah dan biasa diimplementasikan oleh perusahaan manufaktur produk makanan seperti saos, mie instan, dan lain-lainnya. Biarpun demikian, JIT ini juga dapat membantu perusahaan dalam mengstabilkan keuangan karena proses Supply Chain berjalan dengan efisien dengan memakan waktu dan biaya yang minim.

3. Vendor-Managed Inventory

VMI ini adalah strategi yang didasari dari keterlambatan pengiriman dan jalur distribusi yang tidak efisien. Strategi VMI memastikan bahwa supplier mengelola stok dan pergudangan di lokasi manufaktur atau yang terdekat dengan penghubung distribusi. Strategi VMI dapat membantu mengurangi biaya yang timbul akibat stok yang mengendap di gudang forwarder.

4. Strategic Sourcing

Strategi Sourcing adalah proses dalam mengidentifikasikan dan memilih supplier berdasarkan beberapa faktor seperti harga, kualitas, ketepatan, dan kepercayaan. Selektif dalam memilih partner supplier ataupun vendor dapat membantu mengoptimasi supply chain pada perusahaan.

Contohnya, jika ingin memilih partner logistik dan solusi logistik lainnya, Uniair Cargo memiliki persentase kecepatan pengiriman tepat waktu di atas 99%. Dan juga, PT Uniair Indotama Cargo merupakan pelopor PLB eCommerce pertama di Indonesia yang membantu manufaktur ataupun distributor yang ingin menjual produk di eCommerce tanpa upfront cost kepabeanan, hal seperti ini tentunya dapat membantu meningkatkan Supply Chain Management lebih efektif.

5. Implementasi Teknologi

Teknologi dapat memainkan peran penting dalam meningkatkan proses supply chain agar lebih efektif dan menghemat biaya. Mulai dari automasi, kecerdasan buatan, hingga Internet of Things (IoT), semuanya dapat diaplikasikan dalam menjadikan proses supply chain lebih mudah dan efektif.


Membutuhkan jasa freight forwarder terbaik dan terpercaya di Indonesia? Uniair Cargo adalah solusinya. Dengan memberikan layanan end-to-end dalam bidang logistik, mulai dari Air Freight, Sea Freight, Customs Clearance, Warehousing, Courier, eCommerce Enabler, dan Multimodal Transportation.

Supply Chain

MARCH 02, 2023

What is Warehouse Management System (WMS)?

Supply Chain

DECEMBER 05, 2023

Apa Itu Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk P...

Supply Chain

JUNE 07, 2024

Peran Penting 3PL dalam Supply Chain Management Bi...