Biaya kirim barang ke luar negeri tidak bisa ditentukan hanya dari berat barang. Ongkir internasional dipengaruhi oleh ukuran, negara tujuan, jenis layanan, moda pengiriman, dokumen, hingga biaya kepabeanan di negara tujuan. Karena itu, cara terbaik untuk memahami biaya adalah mengetahui komponen perhitungannya sejak awal.
Bagi UMKM, importir, eksportir, purchasing, hingga pelaku jastip, memahami struktur biaya ini penting agar pengiriman lebih terencana dan tidak muncul biaya tambahan di tengah proses.
Setiap pengiriman internasional memiliki ketentuan dan kondisi yang berbeda. Barang kecil belum tentu murah jika beratnya tinggi, dan barang berat belum tentu mahal jika dikirim lewat moda yang tepat.
Beberapa faktor utama yang memengaruhi biaya kirim barang ke luar negeri antara lain:
Dalam pengiriman cargo, tarif biasanya dihitung berdasarkan dua jenis berat:
Pihak cargo biasanya menggunakan berat yang lebih besar antara actual weight dan volumetric weight sebagai dasar perhitungan ongkir.
Contohnya, barang ringan seperti bantal, boneka, atau kemasan plastik bisa memiliki volume besar. Meskipun berat aslinya kecil, biaya kirim bisa lebih tinggi karena memakan ruang besar di pesawat atau kontainer.
Semakin jauh negara tujuan, semakin kompleks rute pengiriman dan semakin tinggi potensi biaya. Pengiriman ke negara dengan jalur perdagangan aktif biasanya lebih efisien dibandingkan dengan tujuan yang jarang dilayani.
Sebagai gambaran, pengiriman ke Singapura, Malaysia, atau Thailand umumnya lebih ekonomis dibandingkan pengiriman ke Eropa, Amerika, Timur Tengah, atau Afrika karena faktor jarak, konektivitas, dan proses kepabeanan.
Jenis barang juga sangat menentukan biaya. Barang umum seperti pakaian, dokumen, aksesori, atau produk ritel biasanya lebih mudah ditangani. Selebihnya, barang komoditas tertentu memerlukan perlakuan khusus.
Contohnya:
Barang seperti ini bisa membutuhkan dokumen tambahan, packing khusus, pemeriksaan ekstra, atau handling tertentu.
Biaya juga dipengaruhi oleh pilihan layanan. Pengiriman door to door biasanya lebih praktis karena mencakup penjemputan, pengiriman, dan pengantaran ke alamat tujuan. Namun, biayanya bisa berbeda dengan layanan port to port atau door to port.
Semakin lengkap layanan yang digunakan, semakin besar kemungkinan ada biaya tambahan, tetapi prosesnya bisa jauh lebih mudah bagi pengirim.
Dalam pengiriman internasional, dua moda yang paling umum digunakan adalah air freight dan sea freight. Keduanya memiliki karakter biaya dan waktu yang berbeda.
Air freight adalah pengiriman barang menggunakan pesawat. Moda ini cocok untuk barang yang membutuhkan kecepatan, bernilai tinggi, atau volumenya tidak terlalu besar.
Kelebihan air freight:
Kekurangannya, biaya air freight umumnya lebih tinggi dibandingkan sea freight, terutama untuk barang besar atau berat.
Air freight cocok untuk pengiriman sampel produk, dokumen penting, spare part urgent, produk fashion, elektronik tertentu, atau barang yang harus tiba dalam waktu singkat.
Sea freight adalah pengiriman barang menggunakan kapal laut. Moda ini cocok untuk barang dalam jumlah besar, berat, atau tidak terlalu mendesak.
Kelebihan sea freight:
Kekurangannya, waktu pengiriman lebih lama dan prosesnya bisa lebih kompleks, terutama jika melibatkan pelabuhan, container handling, dan proses kepabeanan.
Sea freight cocok untuk furnitur, bahan baku, mesin, produk ritel dalam jumlah besar, barang manufaktur, dan pengiriman impor-ekspor reguler.
Untuk menghitung ongkir cargo, Anda perlu memahami dasar perhitungan berat chargeable.
Secara umum, rumus volumetric weight untuk air freight adalah:
Panjang x Lebar x Tinggi / 6.000
Ukuran biasanya dihitung dalam sentimeter.
Contoh:
Barang memiliki ukuran 60 cm x 50 cm x 40 cm.
60 x 50 x 40 / 6.000 = 20 kg
Jika berat asli barang hanya 12 kg, maka ongkir akan dihitung berdasarkan 20 kg karena volumetric weight lebih besar.
Untuk sea freight, perhitungan biasanya lebih sering menggunakan volume CBM.
Panjang x Lebar x Tinggi / 1.000.000
Jika ukuran barang 100 cm x 80 cm x 70 cm:
100 x 80 x 70 / 1.000.000 = 0,56 CBM
CBM ini akan menjadi dasar perhitungan untuk pengiriman laut, terutama jika menggunakan LCL atau less than container load.
Estimasi biaya kirim barang ke luar negeri sangat bergantung pada moda, berat, volume, jenis barang, dan layanan yang dipilih. Namun, secara umum, negara tujuan bisa dikelompokkan berdasarkan tingkat kompleksitas pengiriman.
Negara seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina biasanya memiliki rute yang lebih rutin, terutama dari Indonesia. Estimasi biaya relatif lebih kompetitif dibandingkan dengan tujuan yang lebih jauh.
Cocok untuk pengiriman UMKM, produk retail, spare part, sampel bisnis, dan barang eCommerce.
Tujuan seperti China, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan Hong Kong memiliki aktivitas perdagangan yang tinggi. Biaya juga bervariasi tergantung jenis barang, regulasi negara tujuan, serta pilihan air freight atau sea freight.
Cocok untuk pengiriman bahan baku, produk manufaktur, elektronik, dan komponen industri.
Negara seperti Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Qatar, dan Kuwait biasanya membutuhkan perhatian lebih pada dokumen, jenis barang, dan regulasi impor. Biaya dapat meningkat jika barang memerlukan izin atau pemeriksaan tambahan.
Pengiriman ke Eropa dan Amerika umumnya memiliki biaya lebih tinggi karena jarak lebih jauh, proses transit, dan standar dokumen yang lebih ketat. Untuk volume besar, sea freight sering menjadi pilihan yang lebih efisien.
Selain ongkir utama, ada beberapa biaya tambahan yang perlu diperhitungkan agar budget pengiriman tidak meleset.
Beberapa biaya yang umum muncul antara lain:
Biaya tambahan ini sering kali tidak terlihat di awal jika pengirim hanya fokus pada tarif per kilogram. Padahal, dalam pengiriman internasional, total biaya logistik adalah gabungan dari ongkir, dokumen, handling, pajak, dan proses kepabeanan.
Baca selengkapnya:
Biaya kirim barang ke luar negeri dihitung berdasarkan banyak faktor, mulai dari berat, volume, negara tujuan, moda pengiriman, jenis barang, hingga biaya tambahan di luar ongkir. Jika barang kecil dan urgent, air freight bisa menjadi pilihan tepat. Jika volumenya besar dan tidak terlalu mendesak, sea freight biasanya lebih efisien.
Sebelum mengirim, pastikan Anda menyiapkan data lengkap seperti jenis barang, berat, dimensi, alamat tujuan, nilai barang, dan kebutuhan layanan. Dengan informasi yang jelas, estimasi biaya bisa dihitung lebih akurat.
Untuk kebutuhan pengiriman internasional yang melibatkan air freight, sea freight, customs clearance, dan layanan end-to-end, UNIAIR CARGO dapat membantu memberikan solusi pengiriman yang lebih terarah sesuai karakter barang dan tujuan pengiriman Anda.
Contact the Uniair Cargo team
today for a FREE consultation and export cost estimate!
Also, follow us on Instagram at @uniaircargo
for logistics tips, up-to-date information, and export inspiration!